pro ansarullah YamanSanaa, LiputanIslam.com – Gerakan Ansarullah atau kelompok Syiah al-Houthi yang menguasai ibu kota Yaman, Sanaa, menolak resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang menyerukan supaya milisi pimpinan Abdel Malik al-Houthi ini meninggalkan gedung-gedung pemerintahan yang mereka diduduki di Sanaa serta membebaskan Presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi dan para pejabat pemerintahannya dari status tahanan rumah.

Sebagaimana dilaporkan Rai al-Youm, Senin kemarin (16/2/2015) Ansarullah dalam statemennya menegaskan, “Komite Revolusi menyerukan kepada DK PBB supaya menghormati kehendak dan martabat rakyat Yaman.”

Ansarullah mengimbau DK PBB supaya bersikap secara “akurat dan obyektif, tidak bersandar pada sumber-sumber yang menyesatkan, dan tidak terbawa arus kekuatan regional yang berusaha mengandaskan aspirasi rakyat Yaman.”

Ansarullah juga menyinggung bahwa negara-negara Arab kawasan Teluk Persia telah meminta DK PBB untuk mengaktifkan Pasal 7 Piagam PBB dengan tujuan menggunakan kekuatan untuk melawan kelompok al-Houthi, padahal kelompok ini sama sekali tidak berniat mengusik negara-negara sekitar.

“Apa yang keluar dari revolusi berupa tindakan-tindakan tertentu tidaklah mengarah kepada saudara-saudara di Dewan Kerjasama Teluk (GCC), baik sekarang maupun di masa mendatang,” ungkap Ansarullah.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, DK PBB Minggu (15/2/2015) mengesahkan resolusi yang menyerukan kepada gerakan Ansarullah supaya mengakhiri dominasinya terhadap Sanaa, membebaskan Presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi dan para pejabat pemerintahannya dari status tahanan rumah, dan melakukan perundingan yang disertai “iktikad baik” untuk mengatasi kemelut di negara ini.

Resolusi yang diajukan oleh Inggris dan Yordania itu disepakati oleh semua anggota anggota DK PBB yang terdiri atas 15 negara.

Laporan lain mengenai perkembangan situasi di Yaman menyebutkan bahwa pasukan Komite Rakyat yang terafiliasi dengan Ansarullah bersama tentara Yaman telah terlibat pertempuran melawan kawanan teroris al-Qaeda, mengakibatkan delapan orang tewas, Senin kemarin.

Lembaga pemberitaan Yaman, Khabar, menyebutkan telah terjadi kontak senjata sporadis antara kedua belah pihak di provinsi al-Bayda’ di bagian tengah negara ini, mengakibat delapan orang tewas.

Sumber-sumber lokal menyatakan bahwa kawanan teroris al-Qaeda yang didukung oleh pasukan adat suku al-Mudhaffar di kawasan Munjid telah menyerang sebuah kendaraan Komite Rakyat mengakibatkan enam orang anggota milisi Ansarullah tewas. Serangan ini kemudian dibalas oleh Komite rakyat hingga menewaskan dua anggota kawanan penyerang.

Pertempuran Komite Rakyat dan tentara Yaman dengan al-Qaeda berlangsung intensif sejak beberapa bulan lalu di kawasan Rada’. Qifah dan al-Bayda’. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL