Teheran, LiputanIslam.com –  Gerakan Ansarullah (Houthi) di Yaman menolak mediasi Amerika Serikat (AS) untuk penghentian invasi Arab Saudi dan sekutunya ke Yaman, dan menegaskan bahwa perdamaian justru akan terwujud apabila AS sendiri menghentikan agresinya terhadap Yaman.

Mohammad al-Bukhaiti, anggota Dewan Politik Ansarullah, Rabu (31/10/2018), mengatakan, “Menteri Pertahanan AS James Mattis telah berbicara tentang Yaman seolah dia bernasihat kepada Yaman, tapi kami menegaskan bahwa kami tidak menerima segala bentuk penyelesaian yang melanggar kedaulatan dan kemerdekaan Yaman.”

Al-Bukhaiti menilai gagasan Mattis meniscayakan pemecahan Yaman sehingga memperlihatkan tujuan AS yang sebenarnya, yaitu membelah Yaman, dan Ansarullah menolak gagasan itu mentah-mentah karena AS justru merupakan pihak utama yang mengagresi Yaman.

“Agresi terhadap Yaman pada dasarnya dilakukan demi AS, dan karena itu upaya mewujudkan perdamaian di Yaman mengharuskan penghentian agresi AS terhadap Yaman,” ujarnya.

Al-Bukhaiti memastikan bahwa satu-satunya jalan penyelesaian untuk perang Yaman ialah perundingan sesama pihak Yaman sendiri tanpa campurtangan pihak asing.

Dia juga menegaskan bahwa agenda Mattis serta sikap Arab Saudi dan Uni Emirat Arab menunjukkan keinginan mereka meraih apa yang tak dapat mereka raih melalui perang, dan keinginan ini dikemas dengan perdamaian.

“Pernyataan demikian tidak akan mempengaruhi siapapun. Bangsa Yaman berdiri melawan agresi demi menjaga kedaulatan dan kemerdekaan. Kami tidak akan merunduk di depan musuh hanya karena suatu klaim, terutama ketika kami telah melawan dan pihak musuhpun gagal,” pungkasnya. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*