AnsarullahRiyadh, LiputanIslam.com – Gerakan Ansarullah Yaman (Houthi) dalam perundingan damai di Kuwait menyatakan tidak akan meletakkan senjata dan tidak akan pula keluar dari kota-kota yang dikuasainya.

Demikian dikatakan oleh Askar Zail, anggota delegasi Yaman pro-Arab Saudi dalam perundingan Kuwait.
“Jumat (10 Juni) Ansarullah menyatakan tidak akan menyerahkan senjata, dan tidak akan pula keluar dari kota-kota Yaman. Ini sudah menjadi keputusan final mereka,” ujarnya, sebagaimana dilansir situs 3alyoum dan dikutip FNA, Senin (13/6).

Dia menambahkan, “Pada tahap perundingan sebelumnya, delegasi kami dalam sidang-sidang khusus dan umum berhasil mempermalukan para pelaku kudeta itu (Ansarullah) di mata dunia.
Lebih lanjut dia menuding Iran mencampuri urusan internal Yaman sehingga kesepakatan sulit dicapai.

“Problematika kami dengan Houthi sekarang pertama adalah akibat campurtangan Iran. Keputusan Houthi bukan di tangan mereka sendiri,” tuduhnya.

Dilaporkan bahwa delegasi Ansarullah dan komite rakyat Yaman menyatakan tidak akan menerima penyelesaian apapun yang tidak menghasilkan kesepakatan mengenai organisasi-organisasi besar, pembentukan pemerintahan persatuan nasional, komite keamanan dan militer, dan gencatan senjata secara total.

Delegasi Ansarullah pada perundingan-perundingan sebelumnya menegaskan bahwa semua inisiatif penyelesaian krisis Yaman harus didasari persetujuan semua pihak utama untuk pelaksanaan tahap transisi, khususnya menyangkut pemerintahan rekonsiliasi nasional dan lembaga-lembaga utama.

Ketua delegasi Ansarullah Mohammad Abdul Salam Sabtu pekan lalu menepis pernyataan Utusan Khusus PBB untuk Yaman Ismail Ould Cheikh Ahmed bahwa sudah ada dicapai beberapa kesepakatan untuk penyelesaian krisis Yaman.

Helikopter Saudi Terjatuh di Yaman

Satu unit helikopter militer Arab Saudi terjatuh di sebuah kawasan pantai dekat Aden di selatan Yaman. Namun, sebagaimana dilaporkan al-Masirah, Senin (13/6), belum jelas mengapa helikopter itu terjatuh.

Para saksi mata mengatakan bahwa pasukan keamanan segera mendatangi lokasi jatuhnya helikopter tersebut.

Sebelum kejadian ini, pasukan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi mengumumkan satu helikopter milik Uni Emirat Arab juga terjatuh di selatan Yaman hingga menyebabkan awaknya tewas.

Berbagai sumber Yaman menyatakan Arab Saudi sampai sekarang masih melanjutkan serangan udaranya ke berbagai kawasan Yaman meskipun gencatan senjata sudah diumumkan. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL