saudi yamanSanaa, LiputanIslam.com – Gerakan Ansarullah atau kelompok Syiah al-Houthi Mohammad Abdul Salam, menuduh Arab Saudi sebagai biang krisis dan kekacauan di Yaman.

Juru bicara kelompok yang berkuasa di Sanaa, ibu kota Yaman, ini, Mohammad Abdul Salam, dalam wawancara dengan jaringan berita TV al-Mayadeen yang berbasis di Lebanon memastikan pemerintah Riyadh berperan destruktif di Yaman.

“Jika Saudi merasa cemas terhadap kondisi perbatasannya seharusnya ia bersedia berunding dengan Ansarullah… Saudi tidak bersedia mengubah sikapnya terhadap Ansarullah. Dukungan Riyadh kepada Ali Abdullah Saleh dan Abd Rabbuh Mansur Hadi tidak akan menghasilkan apa-apa,” katanya.

Abdullah Saleh adalah mantan presiden Yaman yang terguling oleh revolusi pada tahun 2012, sedangkan Abd Rabbuh Mansur Hadi adalah pengganti Abdullah Shaleh yang kemudian menyatakan mundur namun belakangan menarik pernyataan itu setelah kabur dari Sanaa ke kota Aden di bagian selatan Yaman karena merasa tertekan oleh Ansarullah.

Abdul Salam menambahkan, “Keamanan di Sanaa sekarang lebih baik daripada keadaan pada masa ketika mantan panglima angkatan bersenjata Yaman Ali Mohsen al-Ahmar berada di Sanaa.”

Ditanya mengenai peranan Iran dalam perkembangan situasi Yaman dan masuknya pesawat terbang Iran ke Yaman dia mengatakan,“Kami menolak campur tangan politik Iran di Yaman, adapun delegasi yang belum lama ini datang ke Yaman dari Teheran adalah bertujuan membebaskan negara kami dari keterkucilan. Delegasi ekonomi Yaman yang berkunjung ke Teheran telah mengadakan pertemuan dengan menteri ekonomi Iran. Kedua pihak telah menandatangani perjanjian di sektor perdagangan.”

Mengenai peranan Utusan PBB untuk Yaman Jamal Benomar, Abdul Salam memastikan Benomar berada di bawah tekanan negara-negara luar, termasuk Arab Saudi.

Dia juga menyatakan bahwa Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) lebih menyerupai sarang spinonase daripada Kedubes.

“AS menghendaki organisasi teroris al-Qaeda tetap ada di kawasan agar dapat menguasai Yaman dan negara-negara lain,” ungkapnya.
Sementara itu, meskipun beberapa negara Arab, termasuk Arab Saudi, telah memindah Kedubesnya dari Sanaa ke Aden, namun seorang pejabat AS yang turut serta dalam rombongan Menlu AS John Kerry ke Jenewa, Swiss, mengatakan bahwa Washington tidak akan mengikuti aksi negara-negara Arab tersebut.

Menurut laporan AFP, pejabat yang tak disebutkan namanya itu mengatakan bahwa Kedubes AS di Sanaa hanya ditutup sementara, sedangkan Dubesnya, Matthew H. Tueller, sekarang berada di sebuah kantor di kota pelabuhan Jeddah, Arab Saudi. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*