Ansarullah Sana , LiputanIslam.com –Milisi Ansarullah yang berperang melawan pasukan Arab Saudi dan sekutunya di Yaman menyambut gembira keputusan parlemen Eropa melarang penjualan senjata kepada Saudi dan sekutunya.

Sebagaimana dilaporkan portal berita al-Masirah, juru bicara Ansarullah Mohammad Abdulsalam di halaman medsosnya menyatakan pihaknya menyambut baik, meskipun keputusan itu sebenarnya terlambat.

Dia berharap keputusan itu menjadi satu langkah kesadaran Eropa untuk menjaga jarak dari Amerika Serikat (AS) yang, menurutnya, menjadi biang perpecahan umat Islam.

“Perilaku dan perangai AS yang haus perang bertolak belakang dengan klaim-klaim Washington tentang kebebasan dan HAM,” tulisnya.

Saudi dan sekutunya sejak 26 Maret 2015 sampai sekarang menyerang Yaman dengan dalih demi memulihkan pemerintahan presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi yang tersingkir oleh revolusi rakyat yang dimotori oleh gerakan Ansarullah.

Saudi berjsumpah menumpas Ansarullah yang didukung oleh militer Yaman, tapi sampai sekarang serangan itu hanya menghasilkan tewasnya sekitar 8,300 orang , termasuk lebih dari 2,250 anak kecil, serta terlukanya lebih dari 16,000 orang, sementara pasukan militer Yaman dan milisi Ansarullah tetap tangguh bertahan dan menyerang.

Serangan Saudi  dan sekutunya juga telah menimbulkan kerugian materi pada Yaman dalam jumlah yang sangat besar berupa kehancuran fasilitas infrastruktur, rumah sakit, sekolah, pabrik, rumah ibadah dan situs-situs sejarah. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL