yaman harakah ansarullhSanaa, LiputanIslam.com – Milisi Ansarullah Yaman (Houthi) mengumumkan pihaknya telah memulai operasi pembebasan provinsi Taiz dari milisi pro-Arab Saudi dan kawanan teroris al-Qaeda.

Ansarullah dalam statemennya menyatakan bahwa “Pasukan Perlawanan Rakyat Yaman” yang terdiri atas militer dan komite-komite rakyat Kamis sore (20/8) berhasil merebut kawasan al-Jahmaliyah dan gedung gubernur Taiz dari tangan “pasukan bayaran Arab Saudi” serta dapat menimpakan kerugian berat pada kawanan teroris.

Dilaporkan bahwa milisi pro-Saudi dan gerombolan al-Qaeda sejak beberapa hari lalu menduduki provinsi Taiz dan membunuhi warga sipil setempat.

Pasukan Perlawanan Rakyat Yaman Kamis pagi menggempur milisi pendukung Saudi, al-Qaeda dan ISIS di kawasan Naqil al-Rakkah di kota al-Adin, provinsi Ibb, hingga jatuh beberapa korban tewas dan kawanan teroris terpaksa kabur.

Pasukan itu mengerahkan beberapa tank dan kendaraan lapis baja dan menggempur lawan dari dua front di kawasan Mashwarah dan al-Jarahi, provinsi Ibb. Mereka bergerak maju ke arah kawasan Hazm al-Adin di al-Jarahi serta membebaskan banyak wilayah provinsi Ibb.

Juru bicara keamanan Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, sebagaimana dikabarkan al-Yamani al-Youm, mengakui pasukan penjaga perbatasan negaranya kewalahan menghadapi serangan pasukan Yaman di kota Jizan. Menurutnya, serangan pasukan Yaman Rabu malam lalu terhadap markas militer perbatasan Saudi telah menghancurkan beberapa kendaraan militer dan melukai beberapa tentara Saudi.

TV al-Masirah, Yaman, melaporkan bahwa pasukan Yaman Kamis pagi menggempur pangkalan militer terbesar Saudi di Jizan dengan roket Tochka, salah satu jenis rudal Scud, hingga menimbulkan banyak kerugian di pihak Saudi.

Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam serangan udara Saudi terhadap Pelabuhan al-Hudaida di Yaman dan menyebutnya tak dapat diterima serta melanggar undang-undang kemanusiaan internasional.

Wakil Sekjen dan Koordinator Bantuan Darurat PBB Stephen O’Brien dalam keterangannya di depan Dewan Keamanan PBB Rabu lalu (19/8) mengenai hasil pantauannya di Yaman menyebut serangan Saudi ke pelabuhan itu dilakukan terhadap lokasi yang sangat vital bagi transportasi dan pengangkutan bahan pangan, obat-obatan dan bahan bakar untuk Yaman.

“Bandara dan pelabuhan perlu tetap terbuka dan digunakan untuk impor niaga dan perbekalan kemanusiaan, tanpa pembatasan,” katanya.
Dia yang baru pulang dari Yaman mengaku terkejut menyaksikan situasi yang sesungguhnya di Yaman.

“Empat dari setiap lima warga Yaman memerlukan bantuan kemanusiaan dan hampir satu setengah juta orang mengungsi. Lebih dari 10.000 anak-anak telah tewas atau luka-luka dan jumlah anak-anak yang direkrut atau digunakan sebagai lasykar semakin meningkat,” lapornya.

Saudi dan beberapa negara Arab sekutunya melancarkan serangan udara ke Yaman sejak Maret lalu sampai sekarang, menyusul ketersingkiran pemerintahan presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi akibat revolusi rakyat yang digerakkan oleh milisi Ansarullah. Saudi bersumpah untuk menumpas Ansarullah demi memulihkan pemerintahan Mansur Hadi yang bersekutu dengan Riyadh, namun hingga kini belum ada perubahan apapun yang mengarah pada keberhasilan misi Saudi tersebut. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL