Rudal Yaman Burkan 1Sanaa, LiputanIslam.com –   Gerakan Ansarullah Yaman atau yang juga dikenal dengan sebutan milisi Houthi, Jumat (2/9/2016), menyatakan pihaknya telah mengembangkan rudal balistik baru yang diberinama “Burkan (Gunung Berapi) 1”.

Pernyataan ini dikemukakan tepat sepekan setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry membuat statemen mengenai adanya prakarsa internasional yang mencanangkan perlucutan senjata-senjata berat Ansarullah dengan dalih demi menyelesaikan konflik Yaman.

Sebagaimana dilansir TV al-Masirah milik Ansarullah, rudal Burkan 1 jarak tempuhnya lebih jauh daripada rudal-rudal lain yang dikembangkan sebelumnya oleh gerakan ini di tengah suasana perang yang berlangsung selama lebih dari satu tahun.

Dilaporkan bahwa Burkan 1 adalah rudal balistik jenis Scud yang telah dimodifikasi dan dikembangkan sehingga jarak tempuhnya menjadi lebih dari 800 km.

Panjang rudal ini mencapai 12.5 meter, berdiameter 88 cm, dan berhulu ledak seberat setengah ton sehingga memiliki daya ledak yang sangat hebat.

Seakan membantah tudingan bahwa Iranlah yang menyuplai rudal kepada Ansarullah, al-Masirah menyatakan bahwa rudal baru seberat 8 ton itu dikembangkan sepenuhnya oleh anak-anak bangsa Yaman sendiri melalui sebuah pusat riset rudal milik Ansarullah. rudal burkan 1 yaman2

25 Agustus lalu John Kerry menuding Iran menyuplai senjata kepada Ansarullah, namun tudingan ini ditepis keras oleh Iran. Senada dengan tuduhan Kerry, pihak presiden Yaman tersingkir Abd Rabbuh Mansour Hadi menyatakan bahwa para pakar Iran dan orang-orang Hizbullah dari Lebanon berada di balik pengembangan rudal Ansarullah.

Kerry mengisyaratkan bahwa prakarsa damai internasional untuk Yaman mengharuskan penyerahan rudal balistik Ansarullah kepada pihak ketiga yang tak dia sebutkan namanya. Namun isyarat ini segera ditolak oleh Ansarullah justru dengan menegaskan bahwa gerakan ini akan terus mengembangkan senjata rudal.

Ansarullah mengumumkan pengembangan rudal Burkan 1 beberapa jam setelah juru bicara militer Yaman Brigjen Sharif Luqman menegaskan bahwa operasi militer Yaman di Jazan, Asir dan Najran di bagian selatan Arab Saudi tidak akan berhenti sampai tujuan-tujuan strategisnya tercapai.

Seperti dilansir kantor berita resmi Yaman, Saba, Luqman pada Kamis malam juga mengatakan, “Beberapa hari mendatang Anda akan menyaksikan perkembangan besar padanya (operasi militer) untuk menyempurnakan guncangan terhadap sisa-sisa kubu pertahanan musuh (pasukan Arab Saudi) dan menjamin penguasaan penuh terhadap pusat-pusat militer yang dominan di kawasan perbatasan dan garis pangkal serangan terhadap pangkalan-pangkalan militer strategis di dalam kota-kota yang digunakan (Saudi) untuk melancarkan operasi serangan terhadap Yaman.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL