Sanaa, LiputanIslam.com –  Jubir gerakan Ansarullah Yaman (Houthi) Mohammad Abdul Salam membantah klaim penghentian agresi militer Uni Emirat Arab (UEA) ke provinsi Hudaydah, Yaman, dan menilai klaim itu sebagai upaya untuk menyesatkan opini publik dan mempersulit upaya PBB.

“Serangan dan pertempuran tidak berhenti di kawasan pesisir barat kota Hudaydah dan sekitarnya. Demikian pula di berbagai kawasan lain di sepanjang pesisir barat. Pengumuman Emirat tentang ini mencurigaan dan memiliki lebih dari satu tujuan,” ungkap Abdul Salam, Ahad (1/7/2018).

Menurutnya, dalam berbagai pertemuan Ansarullah dengan Martin Griffiths utusan khusus PBB untuk Yaman ini sama sekali tidak mengemukakan isu Hudaydah sebagaimana pihak UEA dan sekutunya mengangkat isu ini.

“Dia hanya mengemukakan solusi politik komprehensif, namun berbeda tafsiran mengenai skala prioritas berkenaan dengan penertiban keamanan,” lanjutnya.

Dia menjelaskan, “Sikap kami jelas dan tegas, kami sama sekali tidak mungkin menerima perdebatan parsial, baik mengenai Hudaydah maupun yang lain-lain. Apa yang harus dilakukanPBB setelah hampir 4 tahun agresi ini ialah membahas solusi politik. Khalayak dunia sepakat bahwa solusi di Yaman adalah solusi politik. Utusan Khusus PBB tidak boleh bergerak untuk solusi militer dan pergi ke Hudaydah sesuai arah pihak agresor.”

Abdul Salam menilai Menlu UEA Anwar Mohammed Gargas sedang berusaha memasuki peperangan baru untuk menutupi kegagalan sepak terjang militer, politik, dan medianya belakangan ini.

Menurutnya, pihak UEA semula yakin akan dapat menguasai Hudaydah dan bahkan akan mengadakan shalat Idul Fitri di kota ini, tapi ternyata keyakinan itu hanyalah isapan jempol belaka sehingga sekarang menggunakan cara-cara tipu daya untuk menutupi kegagalannya.

“Kami yakin bahwa pengumuman mencurigakan di tahap sekarang ini ialah semata berusaha menyasar publik Yaman, menyesatkan khalayak internasional, dan berupaya menekan PBB agar melakukan penyelesaian parsial alih-alih penyelesaian komprehensif,” tegasnya.

Sebelumnya, Menlu UEA Anwar Gargas di halaman Twitternya menyatakan, “Kami menyambut baik upaya kontinyu Utusan Khusus PBB Martin Griffiths untuk mencapai penarikan Houthi tanpa syarat dari kota Hudaydah dan pelabuhannya.”

Dia menambahkan, “Kami telah menghentikan serangan kami untuk sementara waktu demi memberikan waktu yang cukup untuk mengeksplorasi opsi ini dengan sepenuhnya. Kami berharap dia berhasil.”

Setelah itu dalam cuitan lainya dia menyatakan, “Koalisi (pimpinan Arab Saudi) telah menghentikan untuk sementara waktu pergerakan maju menuju kota dan pelabuhan pada 23 Juni lalu.” Dia juga menyebutkan bahwa pasukan koalisi ini “menunggu hasil kunjungan Utusan Khusus (PBB) ke Sanaa”, ibu kota Yaman yang dikuasai oleh Ansarullah. (mm/alalam/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*