roket ansarullah yamanSanaa LiputanIslam.com –   Dua hari setelah peristiwa serangan rudal pasukan Ansarullah terhadap kapal perang Uni Emirat Arab (UEA), milisi yang biasa disebut kelompok Houthi ini mengancam akan menyerang “kapal apapun yang melanggar wilayah perairan Yaman” atau “masuk tanpa seizin otoritas Yaman.”

Kantor berita Turki Anadolu, Senin (3/10/2016), menyebutkan bahwa Angkatan Laut dan Pertahanan Pantai Yaman yang berafiliasi dengan Ansarullah dalam statemennya memperingatkan “kapal apapun yang berbuat apapun untuk kepentingan negara-negara koalisi Arab” dan “melanggar wilayah perairan Yaman, dengan alasan apapun, tanpa izin sebelumnya dari otoritas Yaman yang berwenang.”

Statemen yang dirilis kantor berita Yaman, Saba, itu menambahkan bahwa pada Sabtu pekan lalu pukul 2.15 dini hari waktu Mekkah al-Mukarramah pihaknya telah merudal kapal perang jenis HSV-2 Swift milik UEA di kawasan pantai kota Mukha hingga kapal itu hancur. (Baca: Video, Pasukan Yaman Gempur Kapal Perang Emirat, 22 Tentara Tewas)

 

Disebutkan pula bahwa kapal perang itu sebelumnya telah digunakan untuk suplai logistik pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi, tapi pihak Saudi menyatakan kapal itu digunakan untuk mengevakuasi para korban luka dan mengirim bantuan kemanusiaan.

Dalam statemen kali ini Ansarullah tidak menyebutkan hanya kapal perang saja yang akan diserang, melainkan kapal apapun yang melanggar kedaulatan Yaman.

Sementara itu, menyusul serangan rudal yang menenggelamkan kapal UEA tersebut, Pentagon mengirim tiga kapal perangnya ke perairan di selatan Yaman.

Dua pejabat resmi Pentagon mengatakan bahwa tiga kapal itu dikirim untuk melindungi kapal-kapal UEA yang melintas di bagian selatan Selat Bab al-Mandeb.

Mengenai serangan tersebut, al-Jazeera mengklaim rudal yang digunakan Ansarullah untuk menghancurkan kapal UEA Arab berasal dari Iran, tapi channel TV satelit yang sudah lama menjadi corong Saudi dan ekstrimisme itu tidak menyebutkan data-data yang jelas dan akurat mengenai jenis rudal tersebut. (mm/anadolu/saba/foxnews/irna/aljazeera)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL