sistem rudal hawkSanaa, LiputanIslam.com – Gerakan Ansarullah (Houthi) mengumumkan pihaknya sudah berhasil mengoperasi sistem baru pertahanan udara jarak menengah untuk melawan serangan udara musuh-musuhnya. Sistem ini dapat disembunyikan dengan mudah dan dapat pula digunakan dalam perang cyber.

“Sistem ini dapat menghadang rudal jarak menengah dan jet tampur canggih di ketinggian rendah dan sedang,” ungkap seorang pakar militer, sebagaimana dilansir laman Yemensaeed dan dikutip IRNA, Selasa (12/5).

Dia menjelaskan, “Sistem ini dapat digunakan untuk perang cyber , melacak dan membidik  pesawat tempur, meluncurkan rudal Shaheen, dan merupakan upgrade sistem Hawk buatan Amerika Serikat (AS) yang jarak tempuhnya telah ditambah dari 24 km menjadi 40 km serta dilengkapi sistem digital untuk pencegatan target udara secara akurat. ”

Belum lama ini Ansarullah mengaku berhasil menjatuhkan dua pesawat tempur canggih, satu milik Maroko dan yang lain milik Arab Saudi, dan sebelum itu Angkatan Udara Kerajaan Maroko juga mengaku kehilangan satu jet tempur F-16-nya di Yaman.

Tertembaknya pesawat tempur canggih itu tak pelak mengejutkan banyak kalangan dan lantas  berkembang dua asumsi terkait peristiwa ini. Pertama, Kementerian Pertahanan AS, Pentagon, pernah menempatkan perlengkapan militer mutakhir canggih di Yaman dan belum sempat menarik sebagian di antaranya. Kedua, Iran bisa jadi telah berhasil membekali milisi Houthi dan tentara Yaman dengan rudal anti pesawat tempur.

Semua asumsi sebenarnya sudah diantisipasi sebelumnya oleh pasukan koalisi pimpinan Saudi sehingga hampir semua pesawat mereka selalu berada di ketinggian ekstra dalam melancarkan operasi serangan udara bersandi Badai Mematikan. Namun terbang rendah tetap tak terhindarkan manakala mereka hendak menggempur sasaran-sasaran tertentu secara akurat, dan ketika itulah mereka harus siap menghadapi resiko terkena tembakan rudal anti pesawat tempur Yaman.

Rai al-Youm melaporkan bahwa dewasa ini Pentagon sedang mempelajari secara intensif sebab-sebab jatuhnya pesawat F-16 buatan AS tersebut.

Sementara itu TV Nabaa melaporkan bahwa suku-suku Yaman secara kongkret telah memulai perang darat dalam upaya membalas serangan udara Arab Saudi terhadap Yaman, dan mereka berhasil merebut pangkalan demi pangkalan militer Saudi meskipun tentara Saudi berbekal persenjataan serba canggih.

Disebutkan bahwa sulitnya medan pertempuran bagi tentara Saudi dalam menghadapi pasukan Yaman telah membuat membuat Riyadh terpaksa membayar pasukan asing, sebagaimana terlihat dari berita pendatangan 2100 tentara Sinegal untuk menghadapi perang darat yang tak terhindarkan lagi.

Saudi kian gamang setelah menyaksikan pasukan suku-suku Yaman intensif dan berhasil melancarkan serangan hebat di kawasan Jazan, Saudi, hingga menewaskan puluhan tentara Saudi, satu di antaranya perwira tinggi, sementara beredar pula laporan bahwa ribuan tentara Saudi malah desersi dan kabur dari lokasi tugas mereka di perbatasan Saudi-Yaman sejak Yaman dikeroyok dan dihajar oleh koalisi 10 negara pimpinan Arab Saudi dengan serangan udara.  (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL