Sanaa, LiputanIslam.com –  Ketua Komisi Tinggi Revolusi Yaman Mohammad Ali al-Houthi, Kamis (16/8/2018), mengumumkan berakhirnya masa gencatan senjata dalam operasi militer laut tentara Yaman dan pasukan Komite Rakyat yang berafiliasi dengan kelompok pejuang Ansarullah (Houthi).

Dia menjelaskan bahwa gencatan senjata secara sepihak ini tidak diperpanjang karena pihak musuhnya, pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi, menolak gencatan senjata. Dia menegaskan bahwa  dengan menerapkan gencatan senjata selama beberapa waktu ini bangsa Yaman telah membuktikan hasratnya kepada perdamaian, sementara pihak lawan dengan menolak gencatan senjata telah memperlihatkan statusnya sebagai “produsen teror dan pebisnis perang.”

Kementerian Pertahanan Yaman di Ibu Kota Sanaa menyatakan bahwa gencatan senjata di laut itu dimulai pada pertengahan malam 31 Juli lalu.

Sementara itu, Jubir Ansarullah Mohammad Abdul Salam menyatakan pihaknya telah melancarkan serangan ke Bandara Internasional Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), hingga menimbulkan kehancuran di bandara ini.

Ansarullah juga pernah menyatakan telah menyerang bandara itu pada Juli lalu dengan pesawat nirawak “Samad  3”, namun pihak UEA membantah adanya serangan apapun ke bandara itu.

Dalam pernyataan melalui saluran al-Masirah milik Ansarullah Abdul Salam mengungkap bahwa masalah rudal balistik merupakan isu yang paling banyak dibahas dalam pembicaraan berbagai pihak internasional dengan Ansarullah. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*