Sanaa, LiputanIslam.com –  Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman yang bersekutu dengan gerakan Ansarullah (Houthi), Brigjen Yahya Saree, Jumat (11/1/2019), menyatakan bahwa “kubu agresor (Arab Saudi dan Uni Emirat Arab) dan tentara bayarannya” masih melanjutkan pelanggaran gencatan senjata di Hodeidah hingga tercatat sebanyak 89 kasus dalam 48 jam terakhir.

Dalam siaran persnya Saree menjelaskan, “Pasukan bayaran terus membombardir daerah permukiman dan pertanian warga serta posisi pasukan kami. Mereka menembakkan 60 peluru artileri, termasuk 52 peluru ke arah selatan, timur dan barat Tahita, serta 8 mortir ke sebelah barat pabrik al-Hashidi di sebelah barat al-Safinah dan sekitar pabrik al-Awdi. Selain itu, satu roket dibidikkan ke sebuah rumah milik Maher ‘Abd al-Mahfouz di al-Darihami dan menyebabkannya ludes terbakar.”

Sementara itu, Ketua Dewan Tinggi Revolusi Yaman, Mohamed Ali al-Houthi, menyalahkan pasukan pendudukan dan tentara bayaran atas terbakarnya kilang minyak Aden.

Dia mengatakan bahwa serangan ke kilang itu bertujuan menyengsarakan warga  Aden,terutama para pekerja kilang itu.

Dia memastikan bahwa vasilitas vital Yaman bukanlah target Angkatan Bersenjata dan pasukan keamanan Yaman yang bersekutu dengan Ansarullah dalam melawan pasukan agresor.  (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*