perundingan yaman di jenewaJenewa, LiputanIslam.com –  Pejabat tinggi gerakan Ansarullah Yaman (Houthi) di sela-sela perundingan Jenewa, Swiss, mengenai kemelut Yaman Senin (15/6) menegaskan iktikad kuat Ansarullah untuk berpartisipasi aktif dalam perundingan ini.

“Meskipun ada gangguan dari Mesir dan Arab Saudi, delegasi Ansarullah bertekad untuk menghadiri perundingan,” katanya.

Mengenai sebab keterlambatan delegasi Ansarullah, yaitu larangan melintasi wilayah udara Mesir oleh pemerintah Kairo terhadap pesawat yang membawa delegasi Ansarullah, pejabat yang meminta namanya tidak dipublikasikan itu mengatakan,

“Pesawat yang membawa delegasi Ansaullah mendarat di Djibouti untuk melanjutkan perjalanan menuju Jenewa melalui jalur lain, kemungkinan melalui Nairobi, Kenya.”

Pesawat itu bertolak dari Yaman menuju Jenewa Senin kemarin, namun kemudian terpaksa mendarat dan terhenti lama di bandara Djibouti akibat adanya larangan melintasi wilayah udara Mesir. Meski demikian, delegasi Ansarullah tetap  melanjutkan iktikad baiknya untuk menghadiri perundingan Jenewa.

Menurut keetrangan sumber yang dilansir IRNA, larangan itu diterapkan pemerintah Kairo akibat tekanan dari rezim Saudi.
Akibat keterlambatan itu, Sekjen PBB Ban Ki-moon membuka perundingan Jenewa tanpa kehadiran delegasi Ansarullah dan delegasi mantan presiden Yaman Ali Abdullah Shaleh.

Dalam konferensi pers Ban mengatakan dukungan penuhnya kepada upaya penegakan perdamaian di Yaman serta menilai upaya ini sebagai tanggungjawab masyarakat internasional.

Perundingan itu tertunda sehari dari jadwal akibat adanya perselisihan antara PBB dan Ansarullah mengenai mekanisme penyelenggaraan perundingan dengan mediasi Oman tersebut.

Sejak 6 Maret lalu Yaman menjadi sasaran amuk pasukan udara Saudi dan sekutunya dengan alasan demi membela pemerintahan pengasingan Yaman yang “sah” dan bersekutu dengan mereka. Mereka bertujuan menumpas pasukan Ansarullah, namun sampai sekarang tak  ada tanda-tanda bahwa kelompok penggerak revolusi Yaman itu melemah akibat serangan sekutu.

Selama hampir tiga bulan ini agresi Saudi dan sekutunya hanya dapat memperlihatkan kehancuran fasilitas negara Yaman serta menjatuhkan ribuan korban tewas dan luka yang sebagian besar adalah warga sipil. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL