mohammad ali al-houthi yamanSanaa, LiputanIslam.com – Kelompok Ansarullah Yaman menyambut baik keputusan pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) menghentikan keterlibatannya dalam serangan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi terhadap Yaman. Demikian dilaporkan situs Saadah Press berdasarkan pernyataan tokoh senior Ansarullah Mohammad Ali al-Houthi yang menjabat sebagai Kepala Komisi Tinggi Revolusi Yaman, Jumat (17/6).

Dia berharap UEA dapat menunjukkan sikap yang lebih bijak lagi. Dia juga mengimbau negara-negara lain anggota koalisi pimpinan Saudi supaya ikut berhenti melancarkan serangan terhadap Yaman yang sudah berjalan sia-sia sekian lama dan tidak menghasilkan apapun kecuali kerugian bagi semua pihak.

Lebih lanjut dia meminta PBB supaya bersikap lebih realistis dan berpihak kepada rakyat tertindas Yaman sehingga tidak malah diperalat oleh Arab Saudi atau negara-negara lain.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA) Anwar Qarqash mengumumkan bahwa pasukan negaranya sudah berhenti berperang di Yaman. (Baca: UEA Umumkan Berhenti Berperang di Yaman )

Dilaporkan bahwa pemerintah Arab Saudi kecewa berat terhadap kebijakan UEA tersebut karena diambil ketika proses perundingan damai antarfaksi Yaman di Kuwait masih belum menelorkan hasil.

Seperti diketahui, dengan dukungan AS Arab Saudi bersama beberapa negara Arab sekutunya sejak Maret 2015 melancarkan serangan ke Yaman untuk membela Presiden Abd Rabbuh Mansour Hadi yang tersingkir oleh revolusi rakyat yang digerakkan oleh Ansarullah (Houthi).

Dengan mengeroyok Ansarullah, Saudi semula merasa yakin akan dapat membasmi Ansarullah dalam waktu cepat, tapi hingga satu tahun beberapa bulan ini Ansarullah yang didukung tentara Yaman loyalis mantan presiden Ali Abdullah Saleh tetap eksis dan solid di Yaman. Karena itu, meskipun perang masih berlanjut, proses perdamaian antarfaksi Yaman yang bertikai lantas diupayakan. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL