Sanaa, LiputanIslam.com –  Kelompok Ansarullah (Houthi), Minggu (3/12/2017), memperkuat posisinya secara militer di Sanaa, ibu kota Yaman, dengan mendatangkan pasukan dari provinsi Amran dan Sa’dah di utara negara ini untuk melawan pasukan loyalis mantan presiden Ali Abdullah Saleh.

Sumber yang dekat dengan Ansarullah yang meminta identitasnya dirahasiakan karena tidak berwenang memberikan keterangan kepada media mengatakan kepada Anadolu, “Sekira 16 kendaraan militer telah tiba di Sanaa hari ini membawa senjata dan pasukan. Penguatan ini dilakukan demi memerangi pasukan loyalis Saleh di beberapa distrik ibu kota.”

Belum ada keterangan resmi dari Ansarullah mengenai laporan ini.

Sumber keamanan di Sanaa kepada Sputnik mengatakan bahwa Ansarullah telah menguasai rumah Saleh dikawasan al-Hasbah, Sanaa, dan unsur pasukan “yang berlatih di dalam rumah ini menyerah.”

Ansarullah menegaskan bahwa pasukannya telah menguasai semua posisi strategis di provinsi Dhamar di selatan Sanaa.

Pusat media Ansarullah di Sanaa melalui akun media sosial Facebook-nya menyatakan bahwa badan keamanan Ansarullah berhasil mengamankan daerah Naqil Yaslah setelah terlibat kontak senjata dengan milisi Afash yang berafiliasi dengan kubu Saleh dan yang sebelumnya telah mendirikan pos-pos pemeriksaan di daerah tersebut.

Naqil Yaslah merupakan daerah pegunungan di selatan Sana dan di situlah melintas jalur utama satu-satunya antara Sana dan provinsi Dhamar serta provinsi-provinsi lain di bagian tengah dan selatan negara ini.

Pusat media Ansarullah melaporkan bahwa pertempuran itu menewaskan pemimpin milisi Afash Zaifullah Zayed Mothana setelah dia sempat memutus jalur umum antara Sanaa dan Dhamar. Tak ada komentar dari pihak Saleh tentang ini.

Sumber rumah sakit mengatakan bahwa sebanyak 36 orang terbunuh dan 225 lainnya luka-luka akibat kontak senjata sengit yang terjadi selama dua hari terakhir di beberapa distrik di Sanaa antara pasukan Ansarullah dan pasukan Saleh.

Kontak senjata bermula sejak dini hari Sabtu lalu ketika pasukan Ansarullah bermaksud menggerebek rumah Brigjen Tariq Mohammad, putra Abdullah Saleh, di distrik Al-Siyasi,  tapi kemudian mendapat perlawanan sengit.

Seperti pernah diberitakan, Ansarullah dan kubu Saleh semula bersekutu dalam melawan pasukan Mansour Hadi yang didukung koalisi Arab pimpinan Arab Saudi, namun belakangan ini pecah dan terlibat aksi saling tuding. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL