yaman mohammad abdulsalamSanaa, LiputanIslam.com – Juru bicara gerakan Ansarullah,Yaman, Mohammad Abdulsalam, menyatakan pihaknya dengan kerajaan Arab Saudi sudah mencapai beberapa kesepahaman untuk memulai langkah membangun kepercayaan demi menghentikan perang secara total.

Dia menjelaskan bahwa di hari pertama sudah dilakukan pertukaran satu tawanan Saudi dengan tujuh tawanan Yaman serta pencarian orang-orang yang hilang di kedua belah pihak sebagai langkah awal untuk membangun kepercayaan.

Kepada channel berita al-Mayadeen dia menyebutkan sekira 70 jenazah dari kedua pihak sudah dievakuasi dari garis kontak pertama.
“Langkah-langkah ini diharapkan dapat menghentikan perang secepatnya,” katanya.

Sebelumnya, Ansarullah dilaporkan telah melakukan perundingan rahasia dengan rezim Riyadh, dan dalam rangka ini mereka mengirim delegasi pimpinan Mohammad Abdulsalam ke Saudi untuk menemui para petinggi Saudi.

Al-Mayadeen melaporkan bahwa Ansarullah dan Partai Kongres Rakyat Yaman serta Utusan Khusus PBB untuk Yaman Ismail Ould Cheikh Ahmed menyatakan bahwa perang harus dihentikan secara total sebelum dimulai perundingan baru.

“Utusan Khusus PBB Ismail Ould Chekh Ahmed yang Minggu pagi mengadakan pertemuan dengan para pemimpin Ansarullah dan Partai Kongres rencananya masih akan mengadakan pertemuan lagi dengan mereka,” ungkap sebuah sumber politik Yaman.

Sebelum itu, Cheikh Ahmed juga telah mengadakan pertemuan dengan presiden tersingkir Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi di Riyadh untuk membicarakan penyelesaikan krisis Yaman.

Perundingan damai antara kubu Ansarullah dan kubu Mansour Hadi yang didukung Saudi sudah pernah diselenggarakan oleh PBB namun kandas. Perundingan pertama diselenggarakan di Swiss pada Desember 2015. (Baca: Perubahan Sikap Barat dan Kerunyaman Arab Saudi Dalam Perang Yaman)

ersamaan dengan kedatangan Cheikh Ahmed ke Sanaa, ibu kota Yaman, Saudi mengaku telah mengurangi serangannya ke Yaman, namun berbagai laporan menyebutkan bahwa serangan itu tetap intensif di provinsi Hajja, Taiz dan Sanaa.

Seperdi diketahui, sejak Maret 2015 Saudi dan sekutunya yang tergabung dalam koalisi Arab menggempur Yaman dengan tujuan membela Mansour Hadi yang tersingkir oleh revolusi rakyat yang digerakkan oleh Ansarullah. Saudi dan sekutunya semula menduga akan dapat dengan mudah menumpas Ansarullah yang didukung oleh militer Yaman, tapi Ansarullah sampai sekarang ternyata tetap solid.

Serangan Saudi dan sekutunya ke Yaman telah menjatuhkan ribuan korban jiwa dan luka yang sebagian besar adalah warga sipil, termasuk perempuan dan anak kecil, serta menghancurkan sekitar 80 persen fasilitas infrastruktur Yaman. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL