tentara yaman2Sanaa, LiputanIslam.com – Para anggota kabinet pemerintah baru Yaman telah dilantik Ahad kemarin (9/11) meskipun gerakan Ansarullah yang menguasai Sanaa, ibu kota Yaman, dan partai Kongres Rakyat Umum pimpinan mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Soleh menentang susunan kabinet. Demikian dilaporkan Associated Press dari Sanaa.

Sebanyak 30 menteri telah diangkat sumpah, sementara ada tiga orang menolak terlibat dalam pemerintahan dan tiga orang lainnya berada di luar negeri.

Setelah beberapa minggu terlibat perselisihan, Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi telah mengangkat Khaled Bahah sebagai kandidat perdana menteri dan menugaskannya membentuk pemerintahan baru.

Dengan mediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berbagai partai dan faksi politik Yaman Sabtu lalu akhirnya sepakat membentuk kabinet baru, namun gerakan Ansarullah atau kelompok al-Houthi menentangnya dan meminta diadakan perubahan dan perbaikan susunan kabinet. Menurut kelompok ini sunanan kabinet baru itu menyalahi tolok ukur yang sudah disetujui dalam surat kesepakatan.

“Orang-orang yang dipilih tidak berdasarkan tolok ukur yang sudah disepakati harus disingkirkan,” ungkap Ansarullah.

Sementara itu lembaga pemberitaan Khabar, Yaman, menyebutkan bahwa sejak Ahad pagi kemarin terjadi kontak senjata sengit di kota Ibb antara Ansarullah dan Partai Reformasi Yaman, namun belum ada keterangan mengenai korban yang mungkin jatuh akibat pertempuran tersebut.

Menurut laporan ini, Partai Reformasi Yaman adalah partai pemerintah yang memiliki relasi kuat dengan al-Qaeda, sementara Ansarullah berhasil menguasai markas partai itu di kota Ibb sejak 1 November lalu.

Laporan lain dari situs berita Barakish menyebutkan bahwa milisi Ansarullah berhasil menguasai kawasan al-Aba’un, provinsi Ibb, setelah terlibat pertempuran dengan dengan kawanan teroris al-Qaeda dan kelompok-kelompok suku pendukungnya.

Sumber-sumber setempat mengatakan bahwa setelah menguasai kawasan itu milisi Ansarullah bergerak menuju pegunungan al-Aslum yang menjadi pangkalan utama al-Qaeda di kawasan al-Adin. Sumber-sumber itu menambahkan bahwa pertempuran tersebut menjatuhkan beberapa korban tewas dari kedua belah pihak.

Sejak tergulingnya kekuasaan Ali Abdullah Soleh akibat revolusi tahun 2011 Yaman sampai sekarang kerap diwarnai konflik dan kekacauan keamanan. Akibat lemahnya pemerintah pusat, negara ini juga menjadi surga bagi para anggota jaringan teroris al-Qaeda.

Aksi protes dan unjuk rasa akbar yang digalang Ansarullah dalam beberapa bulan lalu bahkan sempat memuncak dengan aksi konsentrasi damai yang kemudian direpresi oleh aparat keamanan sehingga terjadi kerusuhan dan pertempuran yang berujung pada jatuhnya Sanaa ke tangan milisi Ansarullah sejak 21 September lalu. Ansarullah menuntut dipenuhinya tuntutan politik dan hak sipil warga Yaman. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL