Hudaydah, LiputanIslam.com –  Kelompok pejuang Ansarullah Yaman memastikan tidak ada pengepungan terhadap kota Hudaydah di kawasan pesisir barat Yaman oleh “pasukan bayaran” yang berada di selatan kota ini dan sejauh ini hanya dapat memotong salah satu jalur utama di sebuah kawasan yang terbatas.

“Beberapa bulan lalu mereka berhasil mencapai daerah Kilometer 9 dan Kilometer 10 di selatan Hudaydah, tapi kemudian mereka kalah di daerah di mana mereka tiba,” ungkap Anggota Biro Politik Ansarullah Muhammad al-Bukhaiti dalam wawancara dengan saluran al-Alam, Kamis (8/11/2018).

Dia menambahkan, “Hari ini, mereka hanya ada di beberapa daerah, seperti Laut Merah, sementara tentara Yaman dan Komite Rakyat telah mengepung mereka untuk selanjutnya mengusir mereka dari sana.”

Al-Bukhaiti menjelaskan bahwa dalam pertempuran di Hudaydah belakangan ini, “pasukan agresor” menderita kerugian besar ketika berusaha maju. Tentara dan Komite Rakyat Yaman telah meraih kemenangan besar selama beberapa hari terakhir, yang akan diumumkan oleh juru bicara militer Yaman dalam beberapa jam mendatang.

Menurutnya, di awal operasi pertama pasukan loyalis mantan presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi yang didukung aliansi Arab Saudi-Uni Emirat Arab mereka mengklaim berhasil melakukan pendudukan sehingga menimbulkan kepanikan penduduk setempat dan banyak di antara mereka mengungsi dari kota Hudaydah.

Tapi kemudian tentara Yaman dan Komite Rakyat bergerak maju dan menghancurkan barisan pasukan lawan sehingga penduduk dapat kembali ke di Hudaydah dan menjalani kehidupan mereka sehari-hari.

“Kubu agresor belum mampu mencapai tujuan agresi ini, baik internal maupun eksternal. Ada keseimbangan dalam perang ini, dan kami berusaha memecah keseimbangan ini serta menempatkan Arab Saudi dalam dilema baru,” papar al-Bukhaiti.

Dia juga mengatakan bahwa setelah kasus pembunuhan Khashoggi menghebohkan dunia, agresi Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman yang terbelit kasus tersebut terhadap Yaman sedikit mereka, “tapi keputusan untuk menghentikan agresi belum matang.” (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*