Sanaa, LiputanIslam.com –  Kelompok Ansarullah (Houthi) memublikasi beberapa foto kunjungan ketua Komite Revolusi Tinggi Mohammad Ali Al-Houthi, kepala Badan Intelijen Mayjen Abdulllah Yahya, dan direktur Departemen Bimbingan Mental Brigjen Yahya Al-Hakim Mohammad Al-Mahdi ke Monumen “Al-Qabr Al-Mashri”, Sanaa, ibu kota Yaman, Rabu (27/12/2017).

Publikasi foto-foto baru para petinggi Yaman ini mengejutkan karena sebelum itu media Arab Saudi dan sekutunya melansir berita yang memastikan bahwa para tokoh itu terbunuh akibat gelombang serangan udara pasukan koalisi Arab pimpinan Saudi ke Yaman belakangan ini.

Mereka mendatangi monumen itu untuk melihat kerusakan area monumen akibat serangan yang menewaskan penjaga monumen bersama seluruh anggota keluarganya.

Mohammad Ali Al-Houthi mengatakan bahwa serangan Saudi terhadap warga dan fasilitas sipil justru menunjukkan bahwa agresi Saudi akan segera terkalahkan oleh perlawanan Yaman setelah rakyat dan pasukan negara ini dapat mematahkan semua alasan Saudi dan sekutunya dalam melancarkan agresi tersebut.

“Selama 1000 pertahanan dan konfrontasi kami berhasil mengembangkan kekuatan kami justru di tengah situasi yang sangat sulit, dan dengan kekuatan dan kemampuan kami yang terbatas kami sekarang justru memegang kendali di lapangan dan mengubah jalannya pertempuran,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa Saudi dan sekutunya selaku pihak agresor bertanggungjawab penuh di depan sejarah, moral, undang-undang, dan kemanusiaan atas pelanggaran terhadap kedaulatan Yaman dan semua kejahatannya terhadap negara ini.

Al-Qabr Al-Mashri merupakan monemen yang dulu didirikan oleh pemerintah Mesir untuk mengenang tentara Mesir yang terbunuh dalam perang Yaman pada peristiwa Revolusi 26 September yang terjadi pada tahun 1960-an.

Pasukan koalisi pimpinan Saudi mengklaim bahwa dalam gelombang serangan terbarunya mereka berhasil menghabisi sejumlah tokoh dan banyak anggota Ansarullah Yaman yang mereka perangi.

Ansarullah segera membantah klaim ini dan menyebutnya sebagai modus Saudi untuk menutupi fakta banyaknya warga sipil yang terbunuh.

Kamis (28/12/2017) PBB mengumumkan bahwa sebanyak 68 warga sipil terbunuh akibat dua gelombang serangan udara Saudi dan sekutunya yang sebagian di antaranya menimpa sebuah pasar  dan area pertanian Selasa lalu.

Koordinator PBB Urusan Kemanusian di Yaman  Jamie McGoldrick dalam statemennya merinci bahwa 54 warga sipil terbunuh, 8 di antaranya anak kecil, dalam serangan pertama yang menimpa pasar di kawasan al-Himah, Taiz.

Sumber-sumber lokal menyatakan bahwa 14 warga sipil juga terbunuh akibat serangan udara pasukan koalisi Arab di lokasi lain. (mm/alalam/almasryalyoum/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL