Hudaydah, LiputanIslam.com –  Kelompok pejuang Ansarullah (Houthi) di Yaman menyatakan pihaknya telah menghadang “salah satu serangan terbesar” pasukan loyalis mantan presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi yang didukung pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi ke kawasan Kilometer 16 di provinsi Hudaydah, Rabu (12/9/2018).

Kementerian Pertahanan Yaman dari pihak Ansarullah di Sanaa, ibu kota negara ini, dalam sebuah statemennya menegaskan, “Para pejuang dari kalangan tentara dan Komite Rakyat hari ini telah mematahkan salah satu serangan terbesar musuh untuk menguasai desa-desa dan lahan-lahan pertanian di timur laut Bandara Hudaydah sebagai upaya mencapai Kilometer 16.”

Ansarullah menjelaskan bahwa musuhnya berusaha bergerak maju dengan dukungan beberapa helikopter Apache dan jet tempur F-16 yang telah melancarkan lebih dari 50 kali serangan udara dengan penerbangan yang intensif, namun puluhan personil pasukan musuh itu tewas dan luka serta berbagai jenis peralatan tempur mereka hancur.

Sumber militer Ansarullah menyebutkan sebanyak 16 peralatan tempur lawannya, termasuk 8 unit mobil lapis baja Oshkosh buatan Amerika Serikat yang masing-masing mengangkut beberapa “pasukan bayaran”, hancur.

Ansarullah menyatakan bahwa sedikitnya 15 orang, termasuk satu anak kecil, tewas dan 20 lainnya luka akibat serangan pasukan koalisi, dan ambulan tak dapat menjangkau para korban akibat gencarnya serangan udara.

Media koalisi Arab mengklaim bahwa kawasan Kilometer 16 yang menghubungkan provinsi Hudaydah dengan ibu kota Sana telah dikuasai oleh pasukan koalisi. Namun klaim ini segera dibantah oleh saluran TV al-Alam milik Iran yang telah mengirim wartawannya ke sana, mengambil gambar di berbagai lokasi di kawasan strategis tersebut serta mewancara pasukan Ansarullah dan penduduk yang ada di sana.

Al-Alam melaporkan bahwa musuh Ansarullah sudah lebih dari lima hari berusaha menguasai kawasan itu, namun sekarang berubah dari posisi ofensif ke posisi defensif serta terfokus pada serangan udara untuk mengamankan posisi-posisinya yang digempur oleh tentara Yaman dan pasukan Ansarullah.

Salah seorang pejuang Ansarullah mengatakan bahwa kubu Saudi melakukan kebohongan publik ketika mengaku telah menguasai Kilometer 16 dan sekitarnya hingga Kilometer 5.

“Yang mengatakan bahwa mereka telah mencapai Kilometer 16 adalah para  pendusta. Kami sekarang berada di Kilometer 16, dan telah menyiapkan ini,” serunya sembari menunjukkan senjata granat berpeluncur roket, RPG.

Al-Alam menyebutkan bahwa gambar-gambar video yang telah diambilnya di kawasan itu secara gamblang mengungkap kebohongan publik media pasukan koalisi pimpinan Saudi. (mm/rt/alalam/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*