bendera yamanSanaa, LiputanIslam.com –  Gerakan Ansarullah (Houthi) dan Partai Kongres yang merupakan kelompok loyalis mantan presiden Ali Abdullah Saleh yang bersekutu dengan Ansarullah mendirikan “pemerintahan penyelamat.”

Dalam pemerintahan ini kelompok loyalis Saleh menempati beberapa kementerian, yaitu pertahanan, luar negeri, wakaf, komunikasi, pendidikan, teknologi, pertanian, kebudayaan, ketenaga kerjaan, perminyakan, kesehatan, sosial, dan perencanaan serta urusan majelis permusyawaratan dan perwakilan.

Sedang Ansarullah menempati beberapa pos kementerian lain, yaitu dalam negeri, keuangan, sipil, keadilan, kepemudaan dan olah raga, informasi, pengairan, kelistrikan, pariwisata, perikanan, HAM, perdagangan dan industri, hukum, dan urusan dialog nasional.

Dengan demikian, di Yaman terdapat pemerintahan ganda. Satu adalah pemerintahan presiden Abd Rabbuh Mansour Hadi yang tersingkir dari Sanaa, ibu kota Yaman, ke kota Aden di selatan negara ini atau ke Riyadh, ibu kota Arab Saudi, dan yang lain adalah pemerintahan Ansarullah-Saleh. Sejauh ini hanya kelompok pertama yang mendapat pengakuan internasional karena telah berkuasa sejak sebelum perang saudara.

Yaman sudah hampir dua tahun didera perang saudara antara kubu Mansour Hadi yang didukung koalisi Arab pimpinan Arab Saudi di satu pihak, dan kelompok Ansarullah dan para sekutunya di pihak lain. Perang yang diwarnai agresi Arab Saudi dan sekutunya ini telah menjatuhkan ribuan korban jiwa dari kedua belah pihak serta warga sipil.

Dewan Tinggi Politik Yaman dalam statemennya menyatakan bahwa pemerintahan penyelamat ini dibentuk untuk mengendalikan situasi dalam negeri dan melawan agresi militer, ekonomi dan politik pihak asing serta menggalang rekonsiliasi nasional. (mm/anadolu/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL