وفد صنعاء يرفض مفاوضة "وفد الرياض"، والسبب؟Jenewa, LiputanIslam.com – Delegasi dari Sanaa, ibu kota Yaman, (Ansarullah) dan tiga kelompok sekutunya di Yaman menyatakan menolak berunding dengan utusan presiden pengasingan Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi. Ansarullah Cs meminta berdialog langsung dengan Saudi. Demikian dilaporkan Alalam berdasarkan keterangan Abdel Malik al-Hajari, anggota delegasi tersebut dalam perundingan Jenewa, Swiss, Rabu (17/6).

Al-Hajari mengatakan bahwa berbagai komponen politik Yaman tidak mengakui kelompok Hadi yang telah memicu agresi militer Saudi dan sekutunya terhadap Yaman.
“Delegasi ini meminta berunding langsung dengan Saudi sebagai pihak yang terlibat dalam agresi terhadap Yaman, dan jet-jet tempurnya masih terus membunuhi orang-orang Yaman,” katanya.

Dia melanjutkan, “Atas dasar ini, Saudi merasa berhadapan dengan kepastian berdialog dengan utusan Sanaa dan mengakuinya sebagai otoritas yang sah, apalagi ketika delegasi ini datang ke Jenewa ketika pihaknya telah meraih kemenangan-kemenangan di lapangan atas tentara Saudi dan kelompok-kelompok takfiri.”

Menurutnya, perang Saudi terhadap Yaman sejak awal tidak memiliki tujuan yang jelas sehingga sekarang Saudi berpikir keras untuk mencari jalan keluar sambil tetap berusaha menjaga pamornya.

Pernyataan senada juga dilontarkan utusan Sanaa lainnya, Muhammad al-Zubairi.

“Gerakan Ansarullah dan sekutunya menolak dialog dengan pemerintahan Hadi. Mereka meminta berdialog dengan Saudi yang memimpin koalisi melancarkan serangan udara terhadap Yaman sejak 26 Maret lalu… Bagaimana mungkin kami berdialog dengan orang-orang yang telah membunuhi anak-anak kecil kami,” katanya.

Juru bicara PBB Ahmad Fawzi menyatakan belum ada keterangan mengenai perpanjangan masa perundingan untuk penyelesaian kemelut Yaman.

“Hingga kini belum jelas keputusan kedua pihak untuk bertahan di Jenewa hingga awal bulan Ramadhan,” katanya.

Pakar Amerika Serikat (AS) urusan Yaman di Dewan Hubungan Luar Negeri Eropa, Adam Brown menilai kelompok Ansarullah (Houthi) telah menjadi pemenang dalam perang propaganda di Jenewa, Swiss.

“Di hari pertama perundingan Jenewa kelompok Ansarullah meraih kemenangan besar dalam perang propaganda antara kedua belah pihak, dan kita melihat semua media juga mendatangi hotel penginapan kelompok ini… Harus diakui bahwa media dunia telah menyambut delegasi Ansarullah seolah sebagai bintang,” katanya dalam wawancara dengan IRNA yang dilansir Kamis (17/6).

Dia menambahkan bahwa ketika Ansarullah menyatakan siap berunding dengan Arab Saudi, ini berarti bahwa kelompok presiden pengasingan Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi sama sekali tak penting di mata Ansarullah.

Mengenai sikap AS dalam masalah Yaman, Baron menilai penyelesaian krisis Yaman tidak menjadi prioritas pemerintah Washinton jika dibandingkan dengan isu nuklir Iran dan perang melawan kelompok teroris ISIS.

Saudi dan beberapa negara sekutunya sudah sekitar 10 minggu melancarkan serangan udara ke Yaman dalam rangka menumpas Ansarullah dan membela pemerintahan Hadi yang tersingkir oleh revolusi rakyat yang digerakkan oleh Ansarullah.

Dana PBB untuk Anak, Unicef, dalam statemennya menyatakan sebanyak 279 anak kecil terbunuh selama Saudi dan sekutunya membombardir Yaman dari angkasa. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL