Sanaa, LiputanIslam.com –  Jubir kelompok Ansarullah (Houthi) di Yaman, Mohammad Abdulsalam , menyatakan unjuk diri Amerika Serikat (AS) belakangan ini terkait dengan perang Yaman kembali memperlihatkan betapa serangan militer Saudi dan sekutunya ke Yaman pada dasarnya merupakan eksekusi atas agenda AS.

“ Pengangkatan isu rudal balistik Yaman kemarin di AS menunjukkan bahwa perang terhadap Yaman pada dasarnya adalah perang AS, dan Washington sedang kecewa berat atas kegagalan para antek dan sekutunya,” ungkap Abdulsalam.

Dia menambahkan bahwa Washington sedang berusaha berkelit dari dampak keputusan Trump mengenai Al-Quds (Yerussalem) sehingga “mengarang kedustaan-kedustaan yang tak satupun diantaranya unggul” , sementara “darah bangsa Yaman tidaklah halal sehingga musuh harus menerima resiko serangannya.”

Seperti diketahui, Dubes AS untuk PBB Nikki Haley Kamis lalu menyatakan pihaknya memiliki “bukti kongkret” bahwa rudal balistik yang digunakan Ansarullah untuk menyerang Riyadh, ibu kota Saudi, adalah buatan Iran.

Iran dan Ansarullah menepis keras klaim tersebut. Ansarullah menyatakan bahwa seandainya Yaman memang dapat menyelundupkan senjata dari Iran maka Yaman akan mendatangkan sistem penangkis serangan udara dari Iran untuk melawan serangan udara Saudi dan sekutunya, tapi kenyataannya Yaman sampai sekarang tidak memiliki sistem itu.

Sementara itu, Saudi dan sekutunya kembali melancarkan serangan udaranya , Jumat, hingga jatuh banyak korban meninggal dari kalangan sipil, yaitu 53 orang yang tersebar di tiga provinsi Yaman, yaitu Sa’dah, Hudaydah, dan Taiz. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*