Sanaa, LiputanIslam.com –  Kepala Komisi Tinggi Revolusi Yaman Mohammad Ali Al-Houthi mengajukan tawaran khusus kepada para pangeran, menteri dan pengusaha Saudi yang menjadi korban aksi Putera Mahkota Mohammad bin Salman melicinkan ambisinya untuk bertahta di Saudi.

Di depan ribuan hadirin dalam sebuah acara solidaritas untuk rakyat Palestina pada peringatan seabad Deklarasi Balfour di Sanaa, ibu kota Yaman, Senin (6/11/2017), Al-Houthi telah berbicara mengenai maraknya aksi penangkapan yang sejauh ini telah menjerat puluhan emir, menteri, dan pengusaha papan atas di Saudi.

Dia mengatakan bahwa bangsa Yaman menyambut baik semua orang yang berseberangan dengan Raja Salman.

“Kami katakan kepada warga dan para pangeran di Saudi bahwa bangsa Yaman membuka diri untuk Anda semua. Dengan izin Allah, kami tidak menzalimi siapapun,” ungkapnya.

Mengenai Palestina, Al-Houthi mengecam sikap Yordania dan Mesir karena keduanya terlibat dalam blokade Israel terhadap Palestina dan serangan Saudi terhadap Yaman.

“Kami katakan kepada Yordania dan Mesir, mengapa kalian memblokade saudara-saudara kami bangsa Palestina, padahal mereka berada di pangkuan Arab. Kalian juga menyulut perang besar dan menghamburkan harta kalian untuk memerangi kami dengan dalih mengembalikan bangsa Yaman ke pangkuan Arab, lantas mengapa kalian memblokade bangsa Palestina yang ada dalam pangkuan Arab? Sejauh inilah kalian takut kepada Israel?” tegas Al-Houthi.

Dia kemudian memastikan bahwa bangsa Yaman tetap solid dan akan terus melawan agresi Saudi dan sekutunya.

Mengenai serangan rudal Yaman ke Riyadh, dia menyayangkan kecaman sebagian negara Arab terhadap serangan ini.

Dia menyoal, “Para pengecam serangan rudal kami ke Riyadh, mana mereka berkenaan dengan agresi terhadap Yaman selama tiga tahun ini?!” (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL