A tribesman, loyal to the al-Houthi Shi'ite rebel group, performs a traditional dance at a tribal gathering in SaadaSanaa, LiputanIslam.com – Gerakan Ansarallah (Houthi) menepis klaim bahwa pasukan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi sudah mendekati Sanaa, ibu kota Yaman.

“Bagaimana mungkin mereka berharap dapat masuk ke Yaman, sementara mereka tak dapat menyudahi perang di Taiz dan Marib? Kontrol penuh atas Taiz sepenuhnya ada di tangan Ansarallah, sedangkan kontrol penuh atas Marib juga akan jatuh ke tangan Ansarallah dalam dua hari ke depan. Tentara dan komite-komite rakyat sekarang berada di tahap perebutan kendali penuh atas sebagian besar provinsi di Yaman,” ungkap Ali al-Houthi dalam wawancara dengan Masry al-Youm, Rabu (16/9).

Mengenai keberadaan pasukan Mesir di Yaman dia mengatakan, “Ini hanya klaim media saja. Sampai sekarang kami tidak melihat satupun tentara Mesir di Yaman. Kami yakin tidak ada orang Mesir yang berniat mengagresi Yaman. Karena itu kami tidak tahu apa reaksi kami terhadap berita-berita yang sampai sekarang belum dikonfirmasikan kebenarannya. Saran kami kepada saudara-saudara kami orang Mesir ialah janganlah menjadi pembawa pesan beracun untuk Yaman, dan janganlah terlibat dalam agresi terhadap negara kami.”

Mengenai upaya damai bagi konflik Yaman Ali al-Houthi mengatakan, “Ada prakarsa-prakarsa yang belum diumumkan untuk penghentian perang oleh beberapa negara, tapi penentangan negara-negara anggota koalisi anti Yaman menghalangi pelaksanaan segala inisiatif untuk menghentikan perang.”

Dia menambahkan, “Bola sekarang ada di pihak lawan. Negara-negara itulah yang mesti ditekan supaya mengindahkan perdamaian. Kami juga memandang PBB bertanggungjawab atas semua peristiwa di Yaman…. Para antek Saudi dan para simpatisan Mansur Hadi, presiden yang sudah mundur dan kabur, gagal merealisasikan obsesinya. Kondisi mereka akan semakin memburuk di masa mendatang, dan dalam beberapa hari mendatang mereka akan menyaksikan api jahannam.”

Mengenai isu bahwa Aden sudah lepas dari Yaman, dia mengatakan, “Jika Hadi, Bahah dan para pemimpin selatan lainnya meyakini Aden sudah lepas dari Yaman, lantas mengapa mereka mengeluarkan instruksi dari hotel-hotel di Riyadh. Jika kalian memang sudah mengendalikan wilayah selatan maka coba saja datang dan berkuasa di sana.”

Sementara itu, situs berita el-Nashra Rabu malam melansir pernyataan sumber-sumber militer Yaman bahwa beberapa tentara Saudi tertawan oleh pasukan Yaman.

Dalam sebuah rekaman video terlihat satu tentara Saudi bernama Ibrahim Araj Mohammad Hukmi tampil sebagai juru bicara tawanan. Situs berita Al-Ahed menyebutkan bahwa dalam rekaman itu dia meminta militer dan Kementerian Pertahanan Saudi supaya menghentikan serangan ke Yaman karena hasilnya hanyalah kehancuran dan pembantaian.

Situs berita Hasad al-Youm juga melaporkan berita yang sama sembari menyebutkan bahwa pasukan Yaman juga berhasil merebut senjata-senjata canggih buatan Amerika Serikat di wilayah Arab Saudi.

Sebelumnya, TV al-Masirah melaporkan beberapa tentara Saudi tewas terkena serangan rudal pasukan Yaman terhadap tiga pangkalan militer Saudi di Jizan.

Seperti diketahui, Yaman menjadi sasaran amuk pasukan udara koalisi Arab pimpinan Saudi sejak Maret lalu sampai sekarang. Mereka bertujuan memulihkan pemerintahan Mansour Hadi yang tersingkir akibat revolusi rakyat yang dimotori oleh Ansarallah. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL