Sanaa, LiputanIslam.com – Gerakan Ansrallah Jumat (31/10) mengeluarkan ultimatum kepada Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi supaya segera membentuk pemerintahan baru paling lambat 10 hari. Demikian dilaporkan AFP sembari menyebutkan bahwa gerakan kelompok al-Houthi itu mengancam akan mendirikan “Dewan Penyelamat Nasional” jika presiden Mansur Hadi gagal memenuhi ultimatum tersebut.

Ultimatim itu dikemukakan oleh pemimpin Ansrallah Abdel Malik al-Houthi dalam sebuah pertemuan besar yang melibatkan para tokoh dari berbagai kelompok suku dengan alasan bahwa pemerintahan baru tak kunjung terbentuk padahal Perdana Menteri Khaled Bahah yang menggantikan Mohammed Basindawa sudah sekian lama ditugaskan untuk segera membentuk pemerintahan.

Ketua Dewan Dialog Nasional di Saadah, Syeikh Daifullah Rassam, mengatakan, “Kami memberikan tenggat waktu 10 hari kepada Presiden Hadi untuk menyelesaikan pembentukan pemerintahan sesuai Kesepakatan Damai dan Partisipasi.” Kesepakatan itu sendiri telah ditandatangani pada September lalu.

Rassam menambahkan, “Jika tidak (dipenuhi) maka pertemuan akan diselenggarakan lagi di pusat pengambilan keputusan dan di tempat yang dari situ akan keluar keputusan, dan akan diumumkan pembentukan Dewan Penyelamat Nasional.”

Sementara itu, Saleh Samad, penasehat Presiden Hadi dari kelompok al-Houthi menyatakan bahwa pertemuan hari Jumat itu merupakan “kelanjutan dari kemenangan besar yang telah tercapai pada 21 September lalu”. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL