jenderal kahwaji lebanonBeirut, LiputanIslam.com – Panglima Angkatan Bersenjata Lebanon Jenderal Jean Kahwaji menyatakan pihaknya akan terus melanjutkan perang melawan teroris karena terorisme menjadi ancaman bagi seluruh rakyat Libanon.  Para teroris takfiri kabur dari kawasan al-Qalamoun, mulai dari Yabroud hingga Qil’at al-Hisn, kemudian masuk ke  Lebanon dari wilayah utara negara ini, termasuk Akkar, Wadi Khaled, dan bahkan Tripoli serta mendirikan basis-basis di wilayah perbukitan dan kota Arsal.

Semua wilayah itu berada dibawah pengaruh Kelompok 14 Maret, khususnya Partai Tayyar al-Mustaqbal (Gerakan Masa Depan) pimpinan Saad al-Hariri yang bahkan menyediakan tempat-tempat perawatan bagi para teroris yang terluka.

Sebagaimana dilaporkan IRNA Senin (24/03/2014), dalam wawancara dengan dengan Harian al-Safir, Lebanon, Jenderal Kahwaji menegaskan, “Tentara Lebanon akan terus menindak tegas para teroris takfiri itu serta kelompok-kelompok Lebanon yang memberikan perlindungan kepada mereka.”

Dalam pertempuran di Qil’at al-Hisn, sebuah benteng terkenal peninggalan Abad Pertengahan di Suriah, lebih dari 300 orang asal Lebanon terlibat perang melawan Suriah. Ratusan milisi takfiri itu sebagian besar berasal di wilayah utara Lebanon dan kawasan-kawasan yang berada di bawah pengaruh Kelompok 14 Maret.

Jenderal Kahwaji juga menyebutkan bahwa Lebanon tidak akan menyia-nyiakan berbagai celah kesempatan yang tersedia untuk menunjang stabilitas dan keamanan, termasuk dana hibah Arab Saudi serta konferensi internasional yang akan segera diselenggarakan di Roma, Italia serta keputusan-keputusan yang akan diambil oleh para pemimpin dalam konferensi di Kuwait.
Mengenai kemelut di Tripoli, dia menegaskan bahwa tentara Lebanon tidak akan pernah mengendendurkan tekadnya untuk melindungi semua penduduk Tripoli, namun krisis di kota itu tidak akan diselesaikan melalui jalur pertumpahan darah.

Menurutnya, pelaksanaan sebuah program multidimensional militer, keamanan dan pembangunan serta penghentian semua tindakan dan pernyataan provokatif bernuansa sektarian dan kemazhaban dapat membantu meredakan krisis Tripoli.
Babak baru konflik di Tripoli sudah berlangsung 12 hari dan telah menjatuhkan sekitar 200 korban tewas dan luka. (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL