roket hamasGazaCity, LiputanIslam.com – Anggota Gerakan Perlawanan Islam, Hamas, Salah al-Bardawil menegaskan bahwa faksi pejuang Palestina ini tidak akan meneken kesepakatan apapun yang menyalahi prinsip-prinsip Palestina dan merugikan kepentingan bangsa Palestina.

“Penandatanganan segala kesepakatan, apalagi kesepakatan gencatan senjata jangka panjang dengan rezim Zionis Israel, harus mendapat dukungan dari semua faksi Palestina,” ungkapnya dalam wawancara dengan IRNA yang dilansir Kamis (18/6).
Pernyataan senada juga dikemukakan sebelumnya oleh Ziyad al-Thatha, anggota biro politik Hamas.

“Pernyataan-pernyataan yang mengemuka mengenai gencatan senjata itu tidak lebih dari rumor belaka yang tak ada wujudnya. Pernyataan-pernyataan tanpa dasar ini ditujukan semata-mata untuk menimbulkan masalah,” katanya.

Berbagai laporan belakangan ini menyebutkan bahwa Hamas tak lama lagi akan mencapai kesepakatan dengan Israel, meskipun Hamas menepis kemungkinan terjalinnya kesepakatan gencatan senjata jangka panjang dengan Israel. Disebutkan bahwa sumber di Hamas sendiri mengatakan sedang terjadi kontak dan komunikasi tak langsung antara Hamas dan Israel untuk kesepakatan gencatan senjata jangka panjang.

Disebutkan pula bahwa pesan-pesan kedua belah pihak disampaikan melalui kanal-kanal Arab, Turki dan Eropa mengenai gencatan senjata selama 5-10 tahun agar blokade Jalur Gaza dapat diakhiri, termasuk dengan membuka jalur laut yang menghubungkan Gaza dengan dunia luar.

TV Israel Channel 10 melaporkan bahwa dalam beberapa jam mendatang para pemimpin Hamas akan menyatakan komitmennya kepada perjanjian gencatan untuk jangka waktu enam tahun sesuai usulan Qatar.

Koran Maariv terbitan Israel juga melaporkan bahwa otoritas Palestina gusar mendengar kabar mengenai adanya proses kesepakatan antara Hamas dan Israel dengan dukungan beberapa negara Arab, karena proses ini menjurus pada pelemahan otoritas Palestina yang dipimpin oleh Mahmoud Abbas di Ramallah, Tepi Barat.

Pasukan Israel Tembak 2 Pemuda Palestina

Pasukan Israel dilaporkan telah menembak dan melukai sedikitnya dua pemuda Palestina dalam peristiwa bentrokan yang terjadi wilayah pendudukan Tepi Barat.

Kantor berita Palestina Ma’an melaporkan, pejabat keamanan Palestina menyatakan dua pemuda Palestina itu terluka dalam peristiwa penembakan Israel terhadap kerumunan aksi protes yang dilakukan secara damai di Nablus, Kamis (18/6).

Bentrokan terjadi ketika beberapa kendaraan militer mengawal sejumlah bus yang membawa warga Israel yang kemudian mendatangi kuil Nabi Yusuf as untuk melakukan ritual dengan perlindungan pasukan Israel.

Saksi mengatakan bahwa tindakan itu menimbulkan kemarahan warga Palestina sehingga berkumpul di dekat tempat suci itu untuk menentang kedatangan para pemukim Israel. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL