TelAviv, LiputanIslam.com –  Pengamat politik Israel Chemi Shalev dalam sebuah artikelnya di surat kabar Israel Haaretz, Sabtu (24/11/2018), menilai keterlibatan Arab Saudi dalam kasus pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul, Turki, berpotensi meruntuhkan strategi Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu.

Shalev menjelaskan bahwa Netanyahu telah memberikan kepada Putra Mahkota Saudi Mohamed bin Salam (MbS) peranan kunci dalam upaya menyurutkan ekspektasi bangsa Palestina sebelum diumumkannya prakarsa final Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk perdamaian Palestina-Israel.

Menurutnya, banyak orang percaya bahwa Trump menggandeng MbS demi memperdalam komitmen putra Raja Saudi, Salman Bin Abdulaziz, ini kepada prakarsa damai Trump.

Mengenai Palestina Shalev menyebutkan bahwa klaim kemenangan Hamas dalam konfrontasi yang kerap terjadi sejak beberapa waktu lalu telah menggoyang citra Netanyahu sebagai “Tuan Keamanan” yang menakutkan musuh-musuh Israel, sementara tertembak jatuhnya jet tempur Rusia di Suriah telah menamatkan keleluasaan angkatan udara Israel.

Shalev melanjutkan kondisi Israel kemudian diperparah oleh kasus pembantaian Khashoggi hingga batas yang memungkinkan runtuhnya aliansi Arab-Israel anti-Iran, yaitu aliansi yang dikristalkan oleh Netanyahu dan Trump. Berdasarkan keterangan sumber-sumber papan atas Israel, Shalev memastikan Netanyahu yakin bahwa MbS akan membayar mahal kasus Khashoggi. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*