roket Hizbullah lebanonTel Aviv, LiputanIslam.com – Seorang analis militer Israel memastikan Sekjen Hizbulllah Hassan Nasrallah pasti akan membalas serangan helikopter Israel di Quneitra, Suriah.

“Nasrallah tidak sanggup tidak membalas, karena organisasi teroris tidak dapat menolerir pemimpin yang lemah,” kata analis itu, sebagaimana dilaporkan Rai al-Youm Selasa (27/1/2015) tanpa menyebutkan nama.

Dia menilai banyak cara yang dapat dilakukan Hizbullah untuk membalas serangan, mulai dari serangan terhadap instalasi-instalasi vital Israel hingga serangan langsung terhadap tentara Israel atau bahkan pusat-pusat kepentingan Israel di dunia. Namun demikian, lanjutnya, Nasrallah mencoba untuk bijaksana dengan memilih serangan balasan secara tak terduga.

“Dia memilih mengirim pemuda Palestina untuk melancarkan operasi serangan di Tel Aviv daripada membuka front baru melawan Israel,” duganya.

Dia menambahkan, “Cara seperti ini justru jauh lebih menakutkan di tengah publik Israel daripada seandainya Hizbullah menembakkan rudalnya ke Haifa atau meletakkan bahan peledak di salah satu tank Israel.”

Namun demikian, dia menjelaskan bahwa Nasrallah masih menjaga rahasia sehingga bentuk operasi serangan balasan sampai sekarang masih misterius. (update: Baca: Hizbullah Balas Israel, 4 Tentara Zionis Tewas)

Seperti diketahui, sebuah helikopter Israel beberapa waktu lalu menembakkan dua roket kepada sekelompok pejuang Hizbullah di distrik Mazra’ah al-Amal, Quneitra, Suriah, mengakibatkan enam pejuang Hizbullah dan satu jenderal Iran dari Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) gugur.

Hingga kini belum ada statemen apapun dari Sekjen Hizbullah, namun situs berita al-Manar milik Hizbullah beberapa memuat foto Nasrallah mengacungkan dua punggung jarinya disertai tulisan bahasa Arab dan Ibrani; “Dengan Dua Kata: Siapkan Perlindunganmu.”

Bersamaan dengan ini, para jenderal IRGC juga sudah memastikan bahwa mereka akan membalas serangan Israel tersebut. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*