London, LiputanIslam.com –  Pangeran Talal bin Abdulaziz dari Arab Saudi dilaporkan sudah sekira 50 hari melakukan aksi mogok makan.

Sumber-sumber Saudi mengatakan kepada Middle East Eye (MEE) yang berbasis di Inggris bahwa aksi mogok itu dilakukan Talal sebagai protes terhadap penahanan anak-anaknya, termasuk milyarder Walid, di hotel Ritz Carlton, Riyadh.

Disebutkankan bahwa Pangeran Talal yang sudah berusia 86 tahun itu memulai aksi mogok makan pada 10 November lalu tak lama setelah Walid ditangkap, dan akibat aksi ini berat badannya susut  sebanyak 10 kilogram dalam jangka waktu satu bulan penuh. Dia rawat di Rumah Sakit King Faisal, Riyadh, dan mendapat asupan hanya melalui selang infus.

Bloomberg melaporkan bahwa negosiasi Walid bin Talal dengan otoritas Saudi untuk pembebasan dirinya membentur jalan buntu, sebab dia menolak tuntutan-tuntutan yang memungkinkan dia kehilangan perusahaan Kingdom Holding Company (KHC). Dia menolak mengaku telah berbuat berbagai pelanggaran karena pengakuan ini akan merusak citranya.

Daily Mail pada 22 November lalu mengutip keterangan sumber anonim internal Saudi bahwa pasukan bayaran dari perusahaan jasa keamanan Black Water yang bermarkas di Amerika Serikat (AS) telah membelenggu dan menganiaya para pangeran dan pengusaha Saudi yang disekap di hotel tersebut.

Sumber itu juga mengatakan bahwa pasukan yang ditugaskan melakukan penjagaan dan penyiksaan itu didatangkan dari Abu Dhabi, ibu kota Uni Emirat Arab, sementara Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman sesekali memeriksa sendiri para pangeran dan pengusaha yang dituduhnya terlibat praktik korupsi tersebut. (mm/aljazeera)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*