Kairo, LiputanIslam.com –  Diplomat terkemuka Mesir dan mantan sekjen Liga Arab Amr Moussa mengingatkan bahaya pemindahan Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) untuk Israel dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis, dan menyebutnya “penghancur kesempatan damai.”

Dalam  statemennya yang dirilis dengan bahasa Arab dan Inggris, Minggu (22/1/2017), dia menegaskan, “Sinyalemen pemindahan Kedubes dalam waktu dekat ini ke al-Quds (Baitul Maqdis) memunculkan berbagai potensi bahaya yang menuntut kesiapan untuk menghadangnya setegas mungkin.”

Dia menyerukan kepada rakyat dan pemerintah negara-negara Arab, Islam dan Kristen supaya “memobilisasi seluruh masyarakat internasional untuk melawan langkah irasional dan penghancur bagi kesempatan damai ini.”

Amr Moussa menambahkan, “(Presiden AS Donald) Trump harus mendapat pesan baru dari masyarakat internasional bahwa al-Quds merupakan garis merah, dan bahwa bermain-main dengan masa depan al-Quds merupakan tindakan melawan hukum internasional yang dampaknya akan fatal.”

Trump yang dilantik Jumat lalu (20/1/2017) sebagai presiden AS dalam kampanye menjelang pilpres berjanji akan memindah Kedubes AS untuk Israel dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis, padahal tindakan demikian menyalahi kebijakan para pemimpin AS pendahulunya yang menolak rencana pemindahan yang diputuskan oleh Kongres AS pada 1995 tersebut.

Penolakan itu mereka lakukan setiap enam bulan sekali dengan cara menandatangani surat penundaan pemindahan untuk jangka waktu enam bulan dengan alasan demi menjaga keamanan nasional.

Al-Quds merupakan obyek yang paling vital dalam konflik Palestina-Israel. Palestina menuntut al-Quds Timur supaya menjadi ibu kota negara Palestina yang mereka cita-citakan. (mm/dostor/alyoum7)  

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL