pendukung syeikh ali salman bahrain2Dubai, LiputanIslam.com – Lembaga Amnesti Internasional selaku organisasi peduli hak asasi manusia (HAM) mendesak pemerintah Bahrain supaya membebaskan pemimpin kelompok oposisi terkemuka Bahrain Syeikh Ali Salman sesegera mungkin dan tanpa syarat. Demikian dilaporkan AFP dari Dubai, Rabu kemarin (7/1/2015).

Syekh Ali Salman, pemimpin kelompok berpengaruh di Bahrain al-Wefaq ditangkap dan ditahan otoritas Bahrain sejak 28 Desember 2014 dengan beberapa dakwaan, termasuk berusaha menggulingkan rezim Bahrain. Penangkapan ini membangkitkan reaksi protes luas dari dalam dan luar negeri.

Amnesti Internasional dalam statemennya menyatakan bahwa penangkapan terhadap Salman merupakan “pelanggaran mencolok terhadap hak Salman dalam kebebasan berekspresi, berserikat dan mengadakan perkumpulan”. Karena itu, lembaga ini mendesak pemerintah Bahrain “supaya membebaskannya sesegera mungkin dan tanpa syarat.”

Organisasi yang berbasis di London, Inggris, ini menegaskan, “Jika terbukti bersalah, maka organisasi ini akan memandangnya sebagai tahanan hati nurani.”

Tahanan hati nurani adalah jargon untuk menyebut orang yang ditahan karena mengekspresikan pandangan atau pendapatnya secara damai. Istilah ini dipopularkan pertama kali oleh Peter Benenson dalam artikelnya di koran Observer pada tahun 1961.

Hingga kini Salman yang menjabat Sekjen al-Wifaq masih mendekam di dalam penjara setelah otoritas Bahrain menyatakan menunda pemeriksaan hingga dua pekan lagi.

Jaksa penuntut mendakwa Salman telah menjalin kontak dengan pemerintah dan organisasi-organisasi luar negeri yang sebagian di antaranya telah “menyatakan siap” untuk mencampuri urusan dalam negeri Bahrain.

Iran adalah negara yang dituduh rezim Manama mencampuri urusan internal Bahrain karena Teheran mengecam penumpasan aksi unjuk rasa protes yang dilancarkan al-Wefaq secara damai sejak 2011 dalam rangka menuntut reformasi pemerintahan Bahrain.

Sedikitnya 89 orang terbunuh dalam bentrokan massa pengunjuk rasa sejak aksi protes besar-besaran melanda Bahrain yang mayoritas penduduknya bermazhab Syiah. Selain itu, sebagaimana dinyatakan kelompok-kelompok peduli HAM, ratusan orang juga ditangkap dan diseret ke meja pengadilan.

Sementara itu, sebagaimana dilaporkan media online al-Wefaq Rabu kemarin, Salman menyerukan kepada rakyat Bahrain supaya melanjutkan perjuangan dan revolusi rakyat. Seruan itu dia sampaikan dalam kontak telefon dengan keluarganya.

“Salam sejahtera dan terima kasih kepada semua bapak, ibu, saudara, saudari dan anak-anak yang telah menyatakan solidaritasnya kepada saya dan kepada semua tahanan pro kebebasan. Saya bangga atas pendirian mulia Anda, dan jiwa saya siap menjadi tebusan aspirasi Anda, rakyat yang mulia, ” ungkap Salman.

Dia menambahkan, “Anda semua berada di pihak yang benar. Aspirasi Anda berada pada tempatnya dan tuntutan Anda legal. Karena itu jangan berhenti melakukan revolusi damai karena kemenangan menanti Anda. Lanjutkan perjuangan, karena sesungguhnya Allah adalah Maha Penolong bagi Anda semua.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*