US plans to boost support for Syrian insurgents Washington, LiputanIslam.com – Pemerintah Amerika Serikat (AS) akhirnya merampungkan rencananya untuk meningkatkan pelatihan gerilyawan Suriah dan pengiriman senjata ringan untuk mereka, terutama kelompok-kelompok yang dinilai moderat dan berbasis di Jordania. Demikian keterangan dua sumber keamanan AS Jumat (04/04), sebagaimana diberitakan Reuters.

Rencana itu difinalkan menyusul apa yang disebut AS sebagai momentum bagi Suriah pasca kekandasan perundingan damai yang diprakarsai Washinton. Namun demikian, lanjut sumber-sumber itu, suplai senjata tambahan itu hanya berkenaan dengan jenis-jenis senjata sederhana dan ringan sehingga tidak mencakup misil darat ke udara. Hal ini tak urung mengundang pertanyaan sejauhmanakah suplai senjata itu akan berpengaruh pada Perang Suriah yang telah menelan korban tewas sekitar 136,000 orang, membuat sembilan juta penduduk Suriah terpaksa mengungsi, dan menimbulkan ancaman besar bagi stabilitas regional.

Menurut Reuters, sebelumnya pihak gerilyawan anti pemerintah Suriah telah mendesak Presiden AS Barack Obama supaya menyuplai mereka dengan senjata-senjata canggih, termasuk rudal dari darat ke udara. Mereka juga meminta Obama lebih intensif dan serius melancarkan tekanan militer yang lebih besar kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad yang didukung oleh Rusia dan gencar menggempur berbagai posisi gerilyawan dalam satu bulan terakhir.

Namun, permintaan senjata berat dan canggih itu sulit dipenuhi oleh AS karena Washington kuatir senjata itu jatuh bukan hanya di tangan gerilyawan pro-Barat, melainkan juga kepada kelompok ekstrimis Islam sehingga bisa menjadi bumerang bagi negara-negara sekutu AS sendiri seperti Israel, atau bisa pula digunakan untuk menembak pesawat terbang sipil.

Dewasa ini, lanjut Reuters, tema yang sedang didiskusikan ialah seberapa besar bantuan itu akan dikirim untuk kelompok-kelompok gerilyawan yang sudah tersaring. Selain itu, tidak jelas pula seberapa jauh bantuan militer itu akan dirahasiakan. Demikian pula mengenai apakah militer AS atau pasukan khusus negara ini juga akan berperan. (mm/reuters/alalam/aljazeera)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL