Algiers, LiputanIslam.com –  Aljazair kembali absen dari koalisi yang digalang dan dipimpin oleh Arab Saudi akibat pendirian pemerintah Algiers yang berbeda dengan Saudi dan sekutunya dalam menyikapi berbagai krisis di Timteng.

Surat kabar Eldjazair, Rabu (29/11/2017), menyebutkan bahwa Aljazair menyertai Iran, Suriah, dan Irak dalam menolak bergabung dengan Koalisi Militer Islam Kontra Terorisme (IMCTC) yang dipimpin oleh Arab Saudi karena negara ini memiliki pendapat yang berbeda mengenai misi koalisi ini di kawasan.

Sebelumnya Aljazair telah mengumumkan absennya dari pertemuan peluncuran koalisi tersebut di Riyadh, ibu kota Arab Saudi.

Koalisi ini menjadi aliansi kedua yang dipimpin Arab Saudi setelah koalisi Arab yang dibentuk yang dibentuk Saudi sebelumnya untuk menyerang Ansarullah (Houthi) dan sekutunya di Yaman.

Aljazair termasuk negara yang paling gencar memerangi kelompok-kelompok teroris, tapi menolak bergabung dengan koalisi baru tersebut karena negara ini ingin menempuh cara yang independen berkenaan dengan penumpasan terorisme di luar negeri. Sebelumnya, Aljazair juga telah telah menolak upaya Perancis dan Amerika Serikat mengirim pasukan ke Libya dan kawasan Sahel, Afrika.

Saudi dan sekutunya menuding Hizbullah Lebanon dan Ansarullah (Houthi) Yaman sebagai kelompok teroris, namun Aljazair juga keberatan dengan tindakan Saudi ini, dan tetap menjalin hubungan dengan Iran sebagaimana hubungannya dengan Saudi.

Eldjazair mengutip pernyataan Kolonel purnawirawan Aljazair, Abdul Hamid Al-Arabi Al-Sharif, bahwa IMCTC  merupakan “koalisi agresor”. Pakar bidang keamanan ini juga menilai koalisi ini dimanfaatkan untuk konflik kepentingan di kawasan sehingga Aljazair patut menolaknya. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL