Doha, LiputanIslam.com –  Pemerintah Qatar menyatakan prihatin atas dua pernyataan empat negara Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Mesir yang memutus hubungan dengannya. Qatar menilai isi kedua pernyataan itu invalid dan menyalahi prinsip-prinsip yang berlaku dalam hubungan internasional.

Pernyataan pertama dirilis usai pertemuan para menteri luar negeri empat negara tersebut di Kairo, Mesir, Rabu (4/7/2017), sedangkan pernyataan kedua dirilis di Jeddah, Arab Saudi, Kamis (5/7/2017). Keduanya mengecam “tanggapan negatif” Qatar terhadap desakan mereka dan menilainya tidak menghargai mediasi Kuwait.

Mereka lantas menegaskan lagi tuduhan bahwa Qatar menyokong teroris dan mengacaukan keamanan kawasan. Tanpa memberikan penjelasan rinci, mereka berjanji akan meningkatkan sanksi mereka terhadap Qatar “pada saat yang tepat”.

Kantor berita resmi Qatar, QNA, mengutip keterangan sumber anonim Kemlu Qatar bahwa negara ini menegaskan lagi bantahannya atas kandungan dua pernyataan tersebut bahwa Doha mencampuri  dalam urusan internal negara lain, dan mendanai teroris.

“Sikap Qatar terhadap teroris sudah solid, dan sudah diketahui menolak dan mencelanya dalam segala bentuk, sebab dan motivasinya,” tuturnya.

Dia mengatakan bahwa khalayak dunia mengetahui bahwa Qatar merupakan anggota yang aktif dan konsisten kepada perjanjian internasional dan semangat pemberantasan terorisme beserta pendanaannya, baik di tingkat regional maupun internasional.

Sumber ini menegaskan bahwa rakyat, pemerintah dan emir Qatar menghargai “ketulusan” Emir Kuwait Syeikh Sabah al-Jabir al-Ahmad al-Sabah dalam upaya mengatasi krisis.

“Qatar siap bekerjasama, melihat, dan mendiskusikan semua klaim yang tidak menyalahi kedaulatan Qatar,” tegasnya.

Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir sejak 5 Juni lalu memutus hubungan dengan Qatar dan memblokade negara ini dengan klaim bahwa Doha menyokong terorisme dan campurtangan dalam urusan internal negara-negara lain, namun Doha membantah keras kaim ini dengan menyebutnya sebagai kedustaan yang ditujukan untuk mendikte keputusan-keputusan nasional Qatar.

Dengan mediasi Kuwait aliansi Saudi pada 22 Juni lalu mengajukan daftar tuntuan berisi 13 poin sebagai syarat pemulihan hubungan mereka dengan Qatar. Mereka menuntut antara lain penutupan stasiun TV Al-Jazeera. Doha memandang tuntutan itu “tidak realistis, tidak seimbang, tidak logis, dan tidak bisa diterapkan.” (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL