militan-suriah-di-aleppoMuscat, LiputanIslam.com –  Negara-negara pendukung pemberontakan dan terorisme di Suriah membentur jalan buntu dan kandas di Suriah. Demikian dinyatakan surat kabar al-Watan terbitan Muscat, Oman, Kamis (24/11/2016).

“Agenda, konspirasi, dan propaganda anti pemerintah Suriah dan negara-negara sekutunya oleh sejumlah negara pendukung teroris sudah kandas, dan semua orang mengetahui bahwa investasi politik mereka telah menimbulkan fenomena terorisme,” tulis al-Watan dalam editorialnya.

Al-Watan menyebutkan bahwa statemen Utusan Khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura tak ubahnya dengan rekomendasi untuk kontinyuitas konspirasi musuh-musuh Suriah, terutama Turki, Israel, dan Amerika Serikat yang selama ini mengagresi Suriah dan getol menyokong para teroris dengan tujuan mengoyak integritas Suriah.

“Utusan Khusus PBB sudah sangat terlambat, dan dia datang ke Damaskus membawa usulan pemberian status otonomi sebagai bingkisan hadiah untuk para teroris yang bercokol di kawasan-kawasan permukiman Aleppo timur,” lanjut al-Watan.

Koran berbahasa Arab ini menyayang sikap de Mistura, karena alih-alih membawa agenda pembasmian terorisme, dia malah bermaksud memberikan anugerah kepada para teroris. Dia yang sekian lama bungkam tiba-tiba turun ke pentas dengan bekal ide disintegrasi Suriah, dan datang ke Damaskus, ibu kota Suriah, semata-mata demi menyelamatkan Jabhat al-Nusra dan kelompok-kelompok teroris lain.

Dalam rangka ini, lanjut al-Watan, de Mistura sengaja berdalih ingin menyelamatkan warga sipil di Aleppo timur.

“Setelah dulu gagal mendepak para teroris al-Nusra dari Aleppo timur, kali dia malah datang ke Suriah mengusung sebuah ide jahannam,” ungkap al-Watan.

Koran ini menilai ide tersebut sebenarnya bukan barang baru, dan lebih merupakan tindakan melayani keinginan sebagian negara untuk membelah Suriah.  (mm/alwatan)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL