yordania suriahMuskat, LiputanIslam.com – Koran al-Watan terbitan Muskat, Oman, dalam sebuah artikelnya karya Zuhair Majid, Minggu (12/7), menyebutkan bahwa jika pemerintah Suriah jatuh maka berkas perkara Palestina akan tamat.

Majid menilai bahwa sejak awal Suriah mendapat tekanan melalui penciptaan kelompok-kelompok teroris yang didukung dan didanai oleh beberapa negara sudah terlihat jelas fakta bahwa sasarannya bukan hanya Suriah melainkan semua negara Islam.

Menurutnya, sekarang sudah semakin jelas bahwa keinginan utama para pendukung teroris itu ialah menamatkan isu dan cita-cita Palestina, sebab kebangkitan Palestina banyak bergantung pada kelangsungan pemerintah Suriah. Karena itu berbagai kelompok teroris dibentuk dengan nama masing-masing berdasarkan tujuan dan keinginan para pendukungnya, termasuk kelompok yang bernama Pasukan Kebebasan Suriah (FSA).

Dia menjelaskan, kelompok-kelompok ini mengikuti apa yang didektekan oleh penyandang dana masing-masing. Donatur mereka hanya negara-negara Arab, sedangkan negara-negara Barat hanya menyumbang inisiatif dan rencana.

Dia memastikan besar sekali peran historis Suriah dalam masalah Palestina, sebagaimana pernah dipaparkan oleh Sekjen Hizbullah Lebanon, Hassan Nasrallah. Siapapun yang dapat memegang Suriah akan dapat menjangkau Baitul Maqdis, sebagaimana pernah terjadi pada era Salahuddin al-Ayyubi dan seterusnya. Dengan demikian, Suriah bukan sebatas peta yang mengemuka di pentas media, melainkan merupakan front luas dalam arti yang sesungguhnya di mana Palestina adalah bagian di antaranya.

Atas dasar ini, lanjut Zuhair, kaum Zionis bersenjata menghendaki jatuhnya Suriah karena akan meniscayakan jatuhnya Palestina. Mereka membidik Suriah karena Suriah menjadi spirit yang mencakup Lebanon, Palestina dan Yordania. Mereka ingin menyulap Suriah menjadi Libya jilid II, yaitu menjadi negara yang semua institusinya yang sah berantakan sehingga kekecauan dan kesuraman cakrawala terus melanda tanpa ada kejelasan batas akhirnya.

“Yakinlah, jika Suriah sampai menjadi seperti Libya, maka di kawasan ini semua berkas perkara yang berkaitan dengan Palestina akan tertutup. Semua pendahuluan untuk perubahan ini sudah tersedia, dan mereka hanya tinggal menunggu jatuhnya Suriah dan Bashar al-Assad,” tulisnya.

Dia menyayangkan adanya negara-negara Arab yang justru memandang Suriah sebagai musuh nomor wahidnya, namun dia optimis Suriah akan tetap eksis.

“Suriah akan menorehkan sejarah baru yang akan mengejutkan semua bangsa Arab, dunia dan Zionis, dan beruntunglah Palestina kerena ibu kandungnya, Suriah, sampai sekarang masih hidup dan tetap akan hidupnya,” pungkasnya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL