Teheran, LiputanIslam.com –  Jutaan rakyat Iran menggelar unjuk rasa akbar di berbagai kota besar dan daerah negara ini dalam rangka memperingan Hari al-Quds Internasional, Jumat (23/6/2017).

Dalam peringatan yang jatuh setiap hari Jumat terakhir bulan suci Ramadhan ini, jalan-jalan besar di Teheran, ibu kota Iran, dipenuhi para pengunjuk rasa yang kali ini tidak hanya diriuhkan oleh yel-yel anti Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Israel, melainkan juga teriakan anti kelompok teroris ISIS dan Kerajaan Arab Saudi menyusul pecahnya krisis Qatar dengan negara-negara Arab jirannya di Teluk Persia dan serangan rudal balistik Iran terhadap ISIS di Suriah belum lama ini.

Di hadapan para demonstran, ketua parlemen Iran Ali Larijanji menyebut Israel “induk teroris”, sementara Presiden Iran Hassan Rouhani yang juga membaur dengan massa demonstran mengutuk sanksi baru AS terhadap Iran yang baru disahkan oleh dewan senat dan dewan perwakilan rakyat AS.

“Hari al-Quds tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena adanya para teroris yang didukung Israel di kawasan, dan karena AS selalu berpikir untuk menistakan hak bangsa Iran,’” tegas Rouhani.

Dia menambahkan, “Bangsa Iran hendak menegaskan kepada AS dalam konsentrasi massa ini bahwa pemerintah (Iran) akan membuat keputusan balasan, dan akan melanjutkan jalan yang dipilihnya.”

Sementara itu, otoritas Iran memajang baleho besar bertuliskan hitungan mundur bagi kemusnahan Rezim Zionis Israel di Palestine Square di pusat kota Teheran.  Di situ terpajang angka digital “hari yang tersisa menuju kemusnahan Israel’, yaitu 8411 hari, atau sekira 23 tahun.

Hitungan mundur ini mengacu pada pernyataan Pemimpin Besar Iran Sayyid Ali Khamenei dua tahun lalu bahwa usia Israel paling lama 25 tahun lagi, sehingga sekarang sudah berkurang menjadi 23 tahun. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL