نتنياهو يهدد باستمرار عدوانه بقوة، فما رد القسام؟GazaCity, LiputanIslam.com – Sayap militer Hamas Brigade al-Qassam menyerukan kepada semua delegasi Palestina dalam perundingan dengan Israel di Kairo supaya segera meninggalkan Kairo dan berhenti berunding dengan Israel. Di pihak lain, Perdana Menteri Israel mengancam akan melancarkan serangan lebih sengit ke Jalur Gaza.

“Brigade al-Qassam sejak awal sudah yakin bahwa negosiasi di Kairo itu tidak akan bisa mencapai apa yang dikehendaki oleh bangsa Palestina. Apa yang bisa dilakukan oleh musuh hanya membunuh kaum perempuan dan anak-anak kecil,” ungkap Juru Bicara Brigade al-Qassam Abu Ubaidah, Rabu sore (20/8), sebagaimana dikutip Alalam.

Brigade ini menegaskan bahwa perundingan itu sia-sia dan kini sudah mati dan terkubur akibat serangan Israel terhadap anak dan isteri panglima brigade ini, Mohammed al-Daif alias Abu Khaled.

“Sesudah perundingan panjang yang berjalan sia-sia selama sekian minggu serta berlanjutnya kejahatan musuh, kami tegaskan bahwa perundingan itu telah lahir dalam keadaan mati, dan hari ini sudah terkubur bersamaan dengan gugurnya Ali Mohammad al-Daif (putera –sebelumnya diberitakan puteri- Mohammed al-Daif). Karena itu, delegasi Palestina hendaknya pulang dari Kairo secepatnya,” tegas Abu Ubaidah.

Lebih lanjut Brigade al-Qassam mengingatkan kepada para pemukim Yahudi agar jangan coba-coba mendekati tempat-tempat keramaian di berbagai kawasan Israel yang terjangkau oleh rudal pejuang Palestina. Brigade ini juga mengingatkan maskapai penerbangan internasional supaya menghentikan penerbangan ke Israel.

Di pihak lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengancam akan menginstruksikan operasi militer secara lebih besar ke Jalur Gaza.

“Operasi ‘Protective Edge’ tidak akan berakhir sebelum tercapainya ketentraman sepenuhnya,” ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa Israel tidak akan terjebak pada ‘Perang Pengikisan’ (War of Attrition). Dia juga menegaskan bahwa Israel berhak memburu para pemimpin Hamas.

Senada dengan ini, Menteri Pertahanan Israel Moshe Ya’alon menyatakan bahwa semua opsi telah tersedia di depan, termasuk perang darat. Dia juga mengancam akan menggunakan semua kesempatan yang tersedia untuk memburu para pemimpin dan anggota Hamas. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL