Gaza, LiputanIslam.com – Sayap militer Hamas, Brigade Ezzeddin Al-Qassam, dan sayap militer Jihad Islam, Brigade al-Quds, dalam statemen bersamanya, Rabu (30/5/2018), menyatakan bertanggungjawab atas serangan puluhan roket dari Jalur Gaza ke posisi-posisi militer Israel dan permukiman Zionis yang terjadi dalam satu hari penuh.

Keduanya menyatakan bahwa reaksi bersama terhadap serangan udara dan artileri Israel ke Jalur Gaza itu merupakan penegasan bahwa kejahatan Rezim Zionis itu bagaimanapun juga tak dapat didiamkan.

“Rezim pendudukanlah yang memulai babak baru ini dengan menyerang anak-anak bangsa kami, menyasar para mujahadin dan posisi militer kami dalam kurun waktu 48 jam lalu sebagai upaya untuk kabur dari tanggungjawab atas kejahatan sebelumnya terhadap warga sipil anak bangsa kami yang mengadakan unjuk rasa damai, yaitu kejahatan yang keganasan dan keberadarahannya telah mengguncang dunia,” bunyi statemen itu.

Brigade al-Qassam dan Brigade al-Quds menambahkan, “Kubu Muqawamah (resistensi) mengelola perangnya dengan rezim pendudukan sesuai kemasalahatan bangsa kami dari segi keberdayaan sehingga tidak akan membiarkan rezim ini membuat keseimbangan baru dengan cara menghalalkan darah anak-anak bangsa kami.”

Kedua kelompok pejuang Palestina itu menegaskan bahwa “bom akan dibalas bom, dan darah akan dibalas darah”, dan “segala opsi” terbuka bagi Kubu Muqawamah.

Senada dengan ini, kelompok pejuang Front Rakyat Pembebasan Palestina (PFLP) di hari yang sama juga merilis statemen menegaskan bahwa Kubu Muqawamah pada hari Selasa lalu berhasil mengaktifkan keseimbangan militer dan mendobrak supremasi militer dan teknologi Israel.

PFLP menegaskan bahwa kubu ini telah memaksa Israel mundur dan mengubah perhitungannya sehingga mempertimbangkan penerapan gencatan senjata.

Kontak senjata antara kedua pihak diberlakukan pada Rabu sejak pukul 04.00 waktu setempat atas mediasi Mesir. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*