AQAP-YamanTeheran, LiputanIslam.com – Jaringan teroris al-Qaeda di Yaman atau yang lebih dikenal dengan al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) dilaporkan mengaku telah mengirim sejumlah pasukannya ke Sanaa, ibu kota negara ini, dengan tujuan mencari kesempatan berperang melawan gerakan Ansarullah, atau lebih dikenal dengan sebutan kelompok al-Houthi, yang belakangan menggerakkan demonstrasi akbar menuntut reformasi. Bersamaan dengan ini, enam warga Yaman tewas dan beberapa lainnya cidera akibat ledakan bom di provinsi Amran, sementara kelompok al-Houthi telah berhasil meraih beberapa kesepakatan dengan pemerintah Yaman.

Situs pemberitaan al-Wasat yang berbasis di Bahrain Kamis kemarin (11/9) menyebutkan bahwa al-Qaeda cabang Yaman yang sebenarnya juga merupakan produk AS dan presiden Yaman terguling Ali Abdullah Saleh terbukti selalu siap membantu para mitranya yang mendapat kesulitan. Karena itu, lanjut al-Wasat, ketika Sanaa belakangan ini kembali diriuhkan oleh kebangkitan rakyat dan didukung penuh oleh kelompok al-Houthi, al-Qaeda bersumpah akan mengembangkan aksi bersenjatanya ke Sanaa untuk melawan para penuntut reformasi yang mereka sebut Khawarij.

Jalal Baleedi, salah satu komandan pasukan AQAP, mengaku telah mengirim anak buahnya ke Sanaa.

“Kami tak sabar menunggu saat dimulainya pertempuran. Banyak anggota kami asal luar negeri juga sudah masuk ke Sanaa, dan kami akan berperang melawan kelompok al-Houthi sekaligus pemerintah,” sumbarnya.

Sebelumnya, kelompok al-Houthi menuduh pemerintah telah mendatangkan para ekstrimis al-Qaeda untuk ikut membantu menumpas demonstran.

Sementara itu, Alalam Kamis kemarin melaporkan enam warga Yaman tewas dan beberapa lainnya cidera akibat ledakan bom yang menimpa massa demonstran anti pemerintah di provinsi Amran, bagian utara Yaman.

Saksi mata dari kalangan al-Houthi mengatakan sebuah bom yang dipasang di dekat tong sampah di kawasan al-Jannat di provinsi Amran meledak ketika massa demonstran sedang menggelar aksi longmarch di sekitar lokasi ledakan pada Kamis pagi, mengakibatkan enam orang tewas dan sembilan lainnya cidera. Menurutnya, satu bom lain juga dipasang di sekitar lokasi namun berhasil diungkap dan dijinakkan.

Di bagian lain, gerakan Ansarullah menepis klaim pihak pemerintah yang beredar di media bahwa Ansarullah telah mencapai kesepakatan final dengan Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi mengenai penentuan pemimpin pemerintahan baru dan dan penurunan harga BBM apabila para demonstran membongkar tenda-tendanya di Sanaa.

Meski demikian, Ali al-Imad, salah satu petinggi Ansarullah, mengatakan kepada Alalam bahwa sejauh ini perundingan masih berlanjut antara kedua pihak dan telah dicapai kesekatan mengenai beberapa hal.

Kamis kemarin demonstrasi melanda semua provinsi Yaman dalam rangka memrotes aksi kekerasan aparat keamanan Yaman sehari sebelumnya yang telah menjatuhkan korban tewas dan luka di lokasi dekat kantor pusat pemerintahan di Sanaa. Massa menuntut pemerintah, terutama Presiden Mansur Hadi, supaya bertanggungjawab atas insiden tersebut. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL