jabhah al-nusraBeirut, LiputanIslam.com –  Kelompok teroris Jabhah al-Nusra telah membantai puluhan warga laki-laki penganut sekte Druze di desa Qalb Lawzeh, distrik Jabal al-Sumaq, provinsi Idlib, Suriah, Rabu lalu (10/6). Selain itu mereka juga menikahi secara paksa anak-anak gadis sekte minoritas ini. Demikian dilaporkan surat kabar al-Akhbar terbitan Lebanon, Kamis (11/6).

Para korban dieksekusi dan dipenggal di depan rumah mereka. Jumlah korban secara akurat belum jelas karena desa itu terisolasi oleh kepungan kawanan teroris al-Nusra.  Namun keterangan sumber-sumber di daerah setempat yang didapat oleh al-Akhbar menyebutkan lebih dari 40 orang telah dibantai al-Nusra, beberapa di antaranya remaja dan lansia.

Mereka dieksekusi karena penduduk setempat menolak menyerahkan anak-anak mereka dari usia 10 hingga 14 tahun kepada al-Nusra.
Sekitar seminggu sebelumnya, komandan al-Nusra di kawasan Jabal al-Sumaq yang menggunakan nama Abu Abdul Rahman al-Tunisi telah mengambil keputusan supaya anak-anak remaja Suriah di wilayah yang diduduki al-Nusra direkrut dan dibawa ke tempat pelatihan militer selama dua bulan.

Menurut al-Akhbar, para teroris al-Nusra yang merupakan kawanan bersenjata dari berbagai negara asing juga menikahi secara paksa anak-anak gadis  desa-desa di kawasan yang mereka kuasai di Idlib. Mereka juga memaksa anak-anak gadis non-Muslim masuk Islam.  Selain itu, mereka juga menyita rumah-rumah keluarga tentara Suriah yang terbunuh ddan lalu mengusir penghuninya keluar dari wilayah yang mereka kuasai.

Sekitar satu tahun lalu Front al-Nusra menguasai beberapa kawasan pedesaan di Jabal al-Sumaq setelah beberapa lama terlibat pertempuran dengan kelompok teroris ISIS. Setelah itu seorang teroris takfiri asal Saudi, Said al-Ghamidi, ditunjuk sebagai amir syar’i al-Nusra dan bertanggungjawab mengajarkan Islam kepada penduduk Druze.

Al-Nusra lantas membuat keputusan untuk memenggal warga Druze yang menolak belajar Islam. Warga yang menjadi korban kekejaman al-Nusra di Qalb Lawzah antara lain Syeikh Nadim Shahin, 75 tahun, Syeikh Rashid Said, 75 tahun, Ahmad Hussain Mohammad, 70 tahun, dan Rahaf al-Shibli, 8 tahun. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL