iraqi nouri-al-malikiBaghdad, LiputanIslam.com – Wakil Presiden Irak Nouri al-Maliki menyayangkan pernyataan Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir, terkait reputasi relawan Irak al-Hasyd al-Syakbi (Mobilisasi Rakyat). Al-Maliki menilai al-Azhar terkena jebakan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) serta mengimbau supaya al-Azhar menggali informasi dari pihak-pihak terpercaya, bukan dari rumor yang ditebar oleh “ulama su’”. Tanggapan senada terhadap al-Azhar juga dikemukakan oleh lembaga ulama Ahlussunnah Irak, Jamaah Ulama Irak.

“Kami terkejut, terpukul dan diherankan oleh statemen sesepuh al-Azhar yang berisikan tuduhan berbahaya berkenaan dengan al-Hasyd al-Sakbi yang berperang bersama pasukan keamanan membela Irak serta martabat, kesucian dan semua elemen anak bangsa Irak tanpa terkecuali,” ungkap mantan perdana menteri Irak tersebut, Jumat (13/3/2015), sebagaimana dilansir al-Sumaria News.

Dia menambahkan, “Al-Azhar dalam membuat pernyataan resmi seharusnya bersandar pada informasi akurat, bukan pada isu-isu tendensius yang ditebar oleh beberapa ulama korup (su’) yang siang malam memang bermaksud mengobarkan fitnah bernuansa golongan sembari bungkam di depan kejahatan teroris ISIS.”

Al-Maliki menjelaskan, “Para pejuang al-Hasyd al-Sakbi terdiri atas Syiah dan Sunnah. Mereka sekarang sedang mengukir heroisme nasional yang notabene pertama kalinya dalam sejarah modern Irak. Heroisme ini layak mendapatkan segala pujian dan penghargaan dari semua orang yang memiliki ghirah atas agama kita yang hanif di Irak maupun di luar Irak, bukan malah dijadikan sebagai sasaran tembak kedengkian, kebencian dan aksi membangkitkan kebencian khalayak internasional terhadap mereka.”relawan irak al-hasyd al-sakbi

Al-Maliki menilai al-Azhar terperangkap dalam jebakan ISIS.

“Sayang sekali, al-Azhar terperangkap ke dalam jebakan ISIS. Bukannya andil dalam upaya mempersatukan barisan umat Islam dalam perang bersejarah mereka melawan teroris, tapi malah tergiring dalam serangan provokatif bernuansa sektarianisme,” keluhnya.

Sehari sebelumnya, tanggapan senada terhadap statemen al-Azhar juga dikemukakan oleh lembaga ulama Ahlussunnah Irak, Jamaah Ulama Irak (JUI). Organisasi ini menegaskan bahwa statemen al-Azhar mengenai al-Hasyd al-Syakbi sangat jauh dari realitas dan tidak bersandarkan fakta di lapangan. Organisasi ini juga mengingatkan bahwa al-Hasyd al-Sakbi tidak hanya menghimpun para pejuang Syiah, tetapi juga para pejuang Ahlussunnah Waljamaah.

Rabu lalu (11/3/2015), al-Azhar merilis statemen berisikan tuduhan bahwa al-Hasyd al-Sakbi sebagai milisi Syiah loyalis pemerintah Baghdad “telah melancarkan aksi pengusiran, pembunuhan, ekskusi lapangan, dan pembantaian terhadap warga sipil Sunni, membakari masjid-masjid mereka, membunuhi anak-anak kecil dan kaum perempuan mereka dengan darah dingin sembari berdalih memerangi ISIS” di provinsi Salahuddin dan Anbar.

Sebagaimana dilansir situs Almesryoon yang berbasis di Mesir, JUI menegaskan, “Di saat diketahui memiliki peranan penting dalam penyebaran budaya toleransi, dialog dan perdamaian di tengah umat Arab dan Islam, al-Azhar ternyata malah bersikukuh –sebagaimana terlihat dalam statemennya- pada tuduhan-tuduhan terhadap anak-anak bangsa Irak yang justru mengorban jiwa mereka demi Irak.”

JUI menambahkan, “al-Azhar bisa jadi tidak mengetahui bahwa al-Hasyd al-Sakbi bukanlah organisasi partisan sebagaimana yang ramai diisukan. Al-Hasyd al-Syakbi justru terdiri dari Syiah dan Sunnah yang berjuang bahu membahu demi tujuan agung nasional dalam bentuk pembebasan berbagai kawasan berpenduduk mayoritas Sunni yang diduduki oleh teroris ISIS.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*