Riyadh, LiputanIslam.com –  Di tengah ketegangan pasca keluarnya Amerika Serikat (AS) dari perjanjian nuklir Iran, Menlu Arab Saudi Adel al-Jubeir melontarkan ancaman bahwa jika Iran mengembangkan senjata nuklir maka Saudi juga akan berusaha melakukan tindakan yang sama.

“Jika Iran meraih kekuatan nuklir maka kami akan mengerahkan segenap upaya kami untuk melakukan sesuatu yang sama,” katanya kepada channel CNN yang bermarkas di AS saat ditanya bagaimana reaksi Saudi jika Iran memulai lagi proyek “senjata nuklir”, Rabu (9/5/2018).

Al-Jubeir menambahkan bahwa Kerajaan Saudi akan berupaya demikian demi melindungi rakyatnya dari bahaya Iran.

Lebih jauh al-Jubeir menegaskan bahwa dukungan dan “pembelakan rudal” Iran kepada gerakan Ansarullah (Houthi) di Yaman tak ubahnya dengan pernyataan perang terhadap Saudi, dan karena itu dia mengatakan tidak tertutup kemungkinan Saudi akan melancarkan operasi militer terhadap Iran.

Dia mengklaim bahwa pada Rabu kemarin Saudi telah menangkis dua rudal yang melesat dari Yaman ke wilayah Saudi.

“Rudal-rudal ini buatan Iran, dan telah dikirim oleh orang-orang Iran kepada Houthi. Kami yakin Houthi dapat menggunakannya dengan bantuan para pakar dari Hizbullah dan Iran…  Kami akan menemukan jalan dan waktu yang tepat untuk membalasnya,” tudingnya.

Ditanya mengenai apakah Saudi sedang mempelajari kemungkinan operasi militer terhadap Iran, al-Jubeir menjawab, “Dengan harga apapun kami berusaha menghindari operasi militer langsung terhadap Iran, tapi tindakan Iran tidak boleh terus berkelanjutan. Ini sama dengan pernyataan perang.” (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*