Doha, LiputanIslam.com –  Stasiun televisi Al-Jazeera yang berbasis di Doha, Qatar, menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk dikte pihak asing terkait dengan struktur maupun kinerjanya, dan karena itu jaringan berita televisi terkemuka di dunia Arab ini menyatakan tetap konsisten pada kebijakan redaksionalnya.

“Al-Jazeera tetap konsisten bersama para insan pers dan lembaga-lembaga pemberitaan lain dari berbagai penjuru dunia, mempertahankan hak menjalankan misi pemberitaannya tanpa rasa takut dan ditakuti,” bunyi statemen Al-Jazeera yang dirilis Kamis (13/7/2017).

Saluran TV yang dimusuhi oleh Arab Saudi dan negara-negara Arab sekutunya ini menegaskan, “Al-Jazeera selama dua dekade silam telah merawat independensi kebijakan redaksional, dan tidak akan tunduk kepada banyaknya tekanan yang dihadapinya.”

Statemen ini dirilis sehari setelah peristiwa kericuhan yang mewarnai sidang ke-48 para menteri komunikasi Arab di Kairo, Mesir, terkait dengan Al-Jazeera.

Dalam sidang ini menteri komunikasi Arab Saudi dan Bahrain menuding Al-Jazeera sebagai saluran penebar fitnah, dan menjadi genderang bagi Qatar. Delegasi Qatar dalam sidang yang sama lantas membalasnya dengan tanggapan yang tak kalah pedasnya dengan mengatakan, “Al-Jazeera selalu mengatakan realitas, sedangkan dunia Arab takut kepada realitas.”

Dalam krisis hubungan Qatar dengan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir, empat negara pemboikot Qatar ini telah mengajukan 13 tuntutan terhadap Qatar antara lain penutupan Al-Jazeera. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL