aljazairAljir, LiputanIslam.com –  Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Aljazair menolak memberikan suara untuk keputusan Dewan Menteri Dalam Negeri Liga Arab yang menyatakan Hizbullah sebagai kelompok teroris. Demikian dilaporkan channel berita al-Mayadeen yang berbasis di Lebanon, Kamis (2/3), berdasarkan keterangan sumber Kemendagri Aljazair.

Sumber itu juga mengingatkan negara-negara Arab agar tidak mencemooh pendirian Aljazair tersebut.

“Tuduhan miring terhadap sikap Aljazair tak ubahnya dengan menghina negara ini dan berusaha menyeret Aljazair kepada persoalan sensitif Timteng,” ungkapnya.

Dewan Menteri Dalam Negeri Liga Arab dalam statemen penutupan sidangnya yang ke-33 di Tunisia, Rabu (2/3), menyebut Hizbullah sebagai kelompok teroris serta mengecam dan menilai perang Hizbullah terhadap Israel dan para teroris takfiri sebagai tindakan berbahaya.

Di hari yang sama, GCC yang terdiri atas Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Oman menyebut semua bagian dari organisasi Hizbullah sebagai organisasi teroris. GCC juga menyatakan pihaknya telah mengambil beberapa keputusan tertentu tentang ini.

Hizbullah sendiri menegaskan pihaknya tidak akan pernah menyerah kepada tekanan dan serangan politik Arab Saudi dan para sekutunya, dan karena itu Hizbullah akan terus berperang melawan terorisme kaum takfiri serta mendukung bangsa-bangsa tertindas, termasuk Palestina dan Yaman.

Sementara itu, pemerintah Suriah yang notabene sekutu Hizbullah, sebagaimana dilaporkan SANA, memastikan keputusan Arab Saudi cs itu sebagai penyesuaian dengan agenda Rezim Zionis Israel serta terdorong oleh kebencian terhadap perjuangan poros muqawamah melawan ambisi kaum Zionis. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL