al-houthiSanaa, LiputanIslam.com –  Pemimpin gerakan Ansarullah Yaman, Abdul Malik al-Houthi, menyebut dinasti al-Saud yang bertahta di Arab Saudi sebagai rezim Yazid bin Muawiyah masa kini dan karena itu rakyat Yaman kini dilanda “kelanjutan dari keteraniayaan Imam Husain bin Ali bin Abi Thalib ra”. Yazid bin Muawiyah adalah penguasa dari dinasti Bani Umayyah yang telah memerintahkan pembantaian cucunda Nabi Muhammad saw di Padang Karbala, Irak, pada tahun 61 H.

“Keterhubungan kita dengan Islam mewajibkan kita untuk tidak merunduk hina kepada para penguasa zalim, thaghut, bejat dan jahat, dan apa yang dapat diandalkan oleh umat untuk meraih kebebasan dan kemerdekaannya tak lain adalah prinsip-prinsip hakiki Islam yang diserukan oleh Imam Husain,” ungkapnya dalam pidatonya pada acara peringatan Asyura, Rabu (12/10/2016).

Dia melanjutkan, “Rakyat Yaman menghidupkan peringatan kesyahidan Imam Husain dalam keadaan menjalani realitas kelanjutan keteraniayaan Imam Husain dan cobaan tragedi Karbala sehingga putera dan puteri negara ini terbunuh… Apa yang diinginkan terhadap kita oleh rezim Saudi di bawah politik AS sekarang ialah apa yang diinginkan oleh Yazid pada masa itu, yakni penghinaan, pemaksaan, perbudadakan, dan supaya kita sudi mengabaikan nilai-nilai kita. Jika ini kita terima maka ini berarti kehinaan dan kerugian kita di dunia dan akhirat. “

Dia juga menegaskan, “Jika kita beriman maka kita tidak boleh takut kepada mereka, tidak boleh menggubris keperkasaan mereka. Kita harus bergerak dengan sungguh-sungguh dalam menghadapi mereka. Mereka telah membunuh ribuan anak bangsa Yaman, menghalalkan darah kita dengan takabur dan melanggar batas, sedangkan kita semakin yakin kepada pendirian kita dan kepada keharusan melawan mereka.”

Di lapangan, Ansarullah terus menggempur wilayah Saudi di dekat perbatasan dengan menggunakan rudal-rudal balistik.

Di pihak lain,pasukan pendukung pemerintahan presiden tersingkir Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi dalam pertempuran dengan pasukan Ansarullah dan sekutunya dilaporkan berhasil merebut kembali pintu perbatasan al-Baqa’ di distrik Kataf, provinsi Sa’dah, dan berusaha bergerak maju ke provinsi yang menjadi markas utama kelompok Ansarallah di Yaman utara tersebut.

Tapi laporan ini dibantah oleh sumber militer Yaman dengan menyatakan bahwa sekira 40 “pasukan bayaran Saudi” tewas dan luka, dan enam unit alat tempur dan dua unit tank Abrams milik Saudi hancur ketika berusaha maju ke pintu perbatasan tersebut.   (mm/raialyoum/afp/saba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL