houthi  yamanSanaa, LiputanIslam.com –Pemimpin gerakan Ansar Allah, Abdul Malik al-Houthi, menegaskan pihaknya akan terus menggerakkan “revolusi” sampai semua tuntutan rakyat tercapai. Karena itu, sebagaimana dilansir Alalam, dalam sebuah pesan panjang lebarnya kepada rakyat Yaman yang dirilis Selasa kemarin (9/9) dia menyerukan kepada mereka agar berkonsentrasi di al-Tagheer Square, Sanaa, dimulai sejak pagi hari ini waktu setempat.

Dia bersumpah bahwa segala bentuk upaya dan teror para koruptor untuk membendung terealisasinya tuntutan sah rakyat pasti gagal.

Dia meminta Partai Reformasi Yaman supaya mempertimbangkan kembali kebijakannya dan bergabung dengan barisan rakyat, serta mengingatkan resiko besar yang akan dihadapi partai ini jika tidak sejalan dengan aspirasi rakyat.
Dia juga mengingatkan bahaya penyusupan para simpatisan faham Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) ke dalam sendi-sendiri pemerintahan Yaman.

Sementara itu, berbagai laporan lain menyebutkan beberapa pesawat tempur Yaman Senin kemarin (8/9) telah menggempur gudang-gudang senjata kelompok Ansar Allah atau yang lebih dikenal di media dengan sebutan kelompok al-Houthi di provinsi Amran di bagian utara Yaman.

“Pesawat tempur telah mengebom gudang-gudang senjata di dalam pangkalan kelompok al-Houthi di kawasan Harf Sufyan, provinsi Amran,” ungkap sebuah sumber yang meminta namanya tidak disebutkan, sebagaimana dilansir situs Akhbarak yang berbasis di Mesir.

Menurutnya, serangan itu telah menyebabkan kebakaran besar menyusul beberapa ledakan di gudang-gudang senjata. Namun belum ada laporan apakah serangan udara itu menjatuhkan korban jiwa ataupun luka.

Peristiwa ini merupakan yang pertama kalinya pesawat tempur Yaman menggempur posisi Ansar Allah di kawasan tersebut selama kelompok ini menggerakkan massa untuk menjatuhkan pemerintah Yaman sejak pertengahan Agustus lalu.

Sementara itu, kantor berita resmi Yaman, Saba, melaporkan bahwa Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi dalam rapat dengan para petinggi militer dan keamanan negara ini Selasa sore kemarin mengecam berlanjutnya aksi demo akbar yang digerakkan oleh kelompok Ansar Allah.

“Tidak boleh kelompok al-Houthi melanjutkan ketegangan di ibu kota dan sekitarnya dan mengacaukan keamanan negara,” ungkap Mansur Hadi.

Sejak 14 Agustus lalu kelompok al-Houthi melangsungkan aksi demo dan konsentrasi dengan mendirikan tenda-tenda di sekitar gerbang-gerbang ibu kota Yaman, Sanaa, sebelum kemudian mendirikan tenda-tenda lain di dekat gedung pusat pemerintahan di pusat kota Sanaa.

Mereka juga menggerakkan unjuk rasa akbar yang menutup jalan-jalan protokol ibu kota. Mereka menuntut pemulihan subdisi bahan bakar minyak (BBM) dan bahkan mendesak mundur pemerintahan yang dinilainya gagal.

Kelompok al-Houthi yang beraliran Syiah Zaidiyah muncul sejak tahun 1992 di bawah pimpinan Hussein Badreddin al-Houthi yang terbunuh di tangan pasukan pemerintah tahun 2004. Peristiwa pembunuhan itu memicu enam perang yang terjadi dalam kurun waktu antara tahun 2004 hingga 2010 antara kelompok al-Houthi yang berbasis di Saadah di bagian utara Yaman dan pasukan pemerintah. Perang saudara itu menjatuhkan ribuan korban jiwa dan luka dari kedua belah pihak. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL