Sanaa, LiputanIslam.com –  Pemimpin gerakan Ansarullah (Houthi) di Yaman, Abdel Malik al-Houthi, memastikan bahwa Arab Saudi berani menyerang Yaman adalah karena serangan ini merupakan kehendak Amerika Serikat (AS).

Dalam pidato pada peringatan tiga tahun keteguhan rakyat Yaman melawan agresi militer Saudi dan sekutunya al-Houthi menegaskan bahwa bangsa Yaman mengetahui sepenuhnya apa yang dikehendaki oleh AS.

“Pernyataan para pejabat AS menunjukkan bahwa seandainya bukan karena kehendak AS maka rezim Saudi tidak akan berani melancarkan agresi ini. Ada kekuatan-kekuatan regional yang kehilangan kehormatannya sehingga memandang AS sebagai segalanya dan keberantekan padanya sebagai pembawa kehormatan,” ungkap al-Houthi dalam pidato televisinya, Minggu (25/3/2018).

Pemimpin Ansarullah menegaskan bahwa para pejuang gerakan ini siap melanjutkan pengorbanannya dalam melawan agresi Saudi dan sekutunya.

“Kami tidak menyesal atas pengorban yang telah kami lakukan. Masalahnya ialah kami pantang tawar menawar, karena ini adalah masalah kehormatan di masa kini maupun di masa mendatang… Kami berkeyakinan bahwa secara syariat kami wajib melawan agresi zalim ini,” tegasnya.

Dia kemudian mengingatkan, “Kita memasuki tahun keempat dengan sistem-sistem rudal kami yang menerobos semua fasilitas perlindungan musuh, dengan pesawat-pesawat nirawak kami yang berjarak tempuh jauh, dan dengan aktivasi lembaga-lembaga militer kami untuk pertama kalinya.”

Seperti diketahui, al-Houthi berhasil mengusir pasukan loyalis presiden tersingkir Abd Rabbuh Mansour Hadi dari Sanaa, ibu kota Yaman, pada September 2014 serta menguasai berbagai kawasan Yaman.  Hal ini lantas mendorong Saudi dan sekutunya untuk membela Mansour Hadi sehingga melancarkan intervensi militer terhadap Ansarullah sejak 26 Maret 2015 sampai sekarang.

Ribuan orang terbunuh oleh agresi ini dan sekira 53,000 orang terjangkit wabah kolera yang diakibatkan oleh agresi ini.

“Setelah tiga tahun berbagai persoalan telah terungkap dan semua orang melihat betapa Yaman telah menjadi korban agresi, perang, dan pendudukan,” ujar al-Houthi.

Dia juga menuding Arab Saudi dan Uni Emirat Arab melakukan kejahatan perang di Yaman dengan dukungan AS.

Sementara itu, sumber-sumber Yaman, Minggu, menyatakan pasukan rudal negara ini telah melancarkan serangan rudal balistik secara masif terhadap beberapa sasaran di Saudi, yaitu bandara internasional King Khalid dengan rudal Burkan-2, bandara regional Asir dengan rudal Qaher M-2, serta bandara Jizan dan beberapa sasaran lain dengan balistik Badr.

Media Saudi mengklaim bahwa pasukan negara ini dapat menangkis serangan rudal di timur laut Riyadh, ibu kota Saudi. (mm/alalam/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*